METROPOST1.COM, Majalengka — Di tengah masa pandemi Covid 19, Pemerintah Daerah (Pemda) Majalengka mengucurkan anggaran untuk pembenahan fisik.
Untuk proyek ‘mempercantik’ kota itu, ada sekitar Rp10 Miliar APBD kabupaten yang dialokasikan, yang tersebar di beberapa titik.
Setidaknya untuk saat ini saja, ada 10 titik pembenahan yang dilakukan pemerintah di masa pandemi ini. Titik-titik itu tersebar di ruang publik dan kantor pemerintahan.
Untuk ruang publik, pembenahan dilakukan di sekitar Bundaran Munjul. Pembenahan pertama dilakukan di bagian selatan Bunderan, berupa proyek pembangunan taman sejarah. Untuk proyek tersebut, dibutuhkan anggaran dengan pagu sebesar Rp3,5 milyar.
“Untuk pembenahan Taman Raharja sebesar Rp1 miliar. Taman sejarah dalam bentuk relief, bercerita tentang sejarah Majalengka. Yang Taman Raharja itu penataan sisi dalamnya, seperti joging track. Sifatnya melanjutkan pembangunan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka, Mamat Surahmat, Jumat (27/8/2021).
Selain pembenahan ruang publik, dalam waktu yang sama juga terdapat proyek ‘mempercantik’ kantor pemerintahan.
Setidaknya ada sembilan titik kantor yang mendapat pembenahan dalam proyek itu. Sembilan titik itu yakni Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas PUTR, Badan kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), eks kantor Kesbangpol, Disdik, DPRD, Disparbud dan lingkungan Setda.
“Di kantor-kantor pemerintahan itu, nanti di bagian pagarnya ada konsep Teracota. Yang sudah akan mulai itu di Dinas Pertanian, Dinas Perjinan, di sini (PUTR), BKPSDM, Eks kantor Kesabangpol, Disdik, Dewan, dan Setda,” jelas dia.
“Untuk Dinas-Dinas itu anggarannya Rp4 Miliar. Adapun untuk di Setda Pendopo Rp1 Miliar,” lanjut Mamat.
Disinggung alasan proyek itu berlangsung di tengah masa pandemi, Mamat menegaskan, rencana tersebut sudah disusun tahun lalu. Namun, karena ada beberapa proses yang harus dilalui maka pembangunannya baru bisa dilaksanakan tahun ini.
“Perencanaan dari tahun kemarin. Jadi untuk yang sekarang kan rencananya tahun 2020. Pekerjaaan itu tidak dadakan sifatnya. Kan ada proses-proses yang harus dilalui, pengadaan, lelang, jadi baru bisa dilakukan sekarang. Itu juga kan bisa membantu masyarakat dari segi ekonomi, bagi mereka yang bekerja dalam proyek itu,” jelas dia. (Ade)




