METROPOST1.COM, Sukabumi —Tradisi Seren Taun, Nampa Taun atau lebih dikenal lagi ‘Sedekah Bumi’ digelar tepatnya di Padepokan Girijaya Desa Girijaya Kecamatan Cidahu Kab. Sukabumi, acara sedekah bumi ini diadakan setahun sekali dengan perhitungan tahun Hijriah, kali ini digelar pada Selasa, 4 Muharram 1443 H atau bertepatan dengan 23 Agustus 2021.
Tradisi ini memiliki ciri khas, semua tanaman pangan yang ada di bumi khususnya yang ada di Girijaya harus dihadirkan, setiap warga diharuskan membawa tanaman pangan dan di tempatkan di tandu atau dongdang dengan berbagai hiasan variasi, tidak kurang dari 200 dongdang dibawa masyarakat untuk dibagikan atau jadi rebutan peserta yang hadir.
Ketua panitia Sedekah Bumi, Yana Rosadi atau lebih dikenal Kang Afek memaparkan bahwa acara tersebut merupakan warisan Nenek Moyang.
“kami di Padepokan Girijaya sudah melaksanakan Seren Taun ini secara turun temurun, tujuannya adalah sebagai rasa syukur kita terhadap Sang Pencipta yang telah memberikan kehidupan yang luar biasa ini, untuk kali ini acara sengaja kita gelar dengan sederhana karena kondisi masih PPKM peserta pun dibatasi hanya beberapa RT saja yang ada di sekitar Padepokan, tamu dari luar daerah sengaja tidak diperbolehkan untuk hadir karena khawatir adanya claster penyebaran Covid – 19, namun walau pun acara ini sederhana tapi tidak mengurangi rasa khidmah lebih tertib,” ucap Yana.
“ kami berharap semoga dengan digelarnya acara ini pandemi yang melanda bisa cepat tuntas dan selesai sehingga untuk tahun depan masyarakat yang dari luar daerah yang akan mengikuti acara ini bisa ikut sebagaimana tahun – tahun yang lalu, untuk Pemerintah Kabupaten khususnya kami berharap untuk terus mendorong dan membantu sehingga acara seperti ini bisa terus lestari dan dijadikan sebagai Warisan Budaya,” ungkap Yana.
Mulyana salah seorang peserta menjelaskan, sudah dua tahun ini acara digelar tanpa adanya pengunjung dari luar daerah, padahal kalau dalam kondisi normal acara sangat meriah.
“Dari berbagai daerah banyak yang datang ingin mengikuti acara ini dan sekaligus Ziarah kepada para Leluhur Padepokan Girijaya ini dan sekaligus menjadi berkah bagi para pedagang, sayang untuk kali ini pedagang pun dibatasi,” pungkas Mulyana (R. Iyan satria)
