Metropostnews.com | Lebak – Sebanyak 530 rumah di Kabupaten Lebak, Banten, terendam banjir akibat bencana alam yang terjadi selama periode Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Selain itu, tercatat 29 titik infrastruktur mengalami kerusakan dan tiga orang meninggal dunia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, mengatakan bencana tersebut terjadi di 22 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan. Meski demikian, kondisi banjir di sebagian besar wilayah kini dilaporkan telah berangsur surut.
“Sebanyak 530 rumah sempat terendam banjir. Untuk rumah yang mengalami kerusakan, baik kategori berat, sedang, maupun ringan, tercatat sekitar 155 unit. Selain itu, terdapat 29 titik infrastruktur yang mengalami kerusakan,” kata Sukanta di Rangkasbitung, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, bencana alam tersebut juga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Sementara itu, estimasi kerugian akibat kerusakan infrastruktur mencapai sekitar Rp23 miliar, sedangkan kerugian rumah warga diperkirakan sekitar Rp700 juta.
Sukanta menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kebencanaan. BPBD bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak untuk menangani longsoran tanah di Kecamatan Cilograng dan Cibeber yang menutupi ruas jalan penghubung menuju Sukabumi, Jawa Barat.
“Kami juga berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mengantisipasi banjir, salah satunya dengan pembangunan saluran pembuangan air di bawah jalan,” ujarnya.
Ia menegaskan, koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna mempercepat penanganan dampak bencana dan meminimalkan risiko lanjutan.
Sukanta juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga Februari 2026.
“Kami mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk selalu waspada. Jika terjadi hujan sangat lebat disertai angin kencang, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari korban jiwa,” kata Sukanta. (Ajat)

