METROPOSTNews.com, Indramayu — Kuwu Desa Amis Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu, Nur Ahmad membuka sosialisasi program kemitraan usaha pada kegiatan tanam tebu dengan masyarakat tani Desa Amis dan PG Rajawali dua Jatitujuh. Awalnya sosialisasi program kemitraan berjalan cukup nyaman di aula Balai Desa Amis, Sabtu 27 November 2021.
Dalam kata sambutannya, Kuwu Desa Amis memberikan pengertian tentang kemitraan antara PG Rajawali dua dengan masyarakat tani Desa Amis. Tapi begitu Kuwu mengajak kemitraan penanaman tebu dengan PG Rajawali dua, sontak suasana panas mewarnai bahkan teriakan penolakan penanaman tebu menggema. Hampir separuh emak emak yang mengikuti sosialisasi ini berteriak cukup keras serentak pula sambil tangannya melambai teriakannya menolak tanaman tebu “kami menolak tanaman tebu” teriak mereka.
Tampak hadir forkopimcam masyarakat tani Desa Amis dan beberapa LSM,
sementara itu masyarakat Tani Desa Amis mempertanyakan langkah kemitraan dengan PG Rajawali dua. “Untung ruginya kami sudah terbiasa menanam padi kalau dirobah kebiasaan jelas akan mempengaruhi perilaku masyarakat tani warga tani disini merasa nyaman menanam padi, arahnya kami dan masyarakat tani Desa Amis jadi tau sosialisasi kemitraan PG Rajawali dua Jatitujuh ingin merobah tatanan dari mulai tanam padi dirombak menjadi tanam tebu” ungkap mereka.
Sedangkan perwakilan dari PG Rajawali dua Jatitujuh bersikukuh untuk kemitraan dan merobah tanam padi menjadi tanam tebu agar swasembada gula tahun 2025 tercapai. ( Otong )
