
MetropostNews.com | INDRAMAYU — Suasana belajar di SDN 1 Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, sempat terganggu. Puluhan siswa dikabarkan mogok sekolah sejak Rabu (28/10/2026).
Masalah ini bermula dari kesalahan penulisan administrasi tabungan siswa, penggunaan istilah pajak dalam dokumen tersebut diduga memicu kesalahpahaman.
Hal ini berlanjut pada pelaporan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu dan berakhir dengan pemindahan guru di SDN 1 Kendayakan.
Menurut keterangan orang tua siswa, bahwa persoalan ini sebenarnya juga sudah dibicarakan dengan para orang tua siswa.
Menurutnya, potongan yang dimaksud adalah bentuk imbalan jasa bagi guru yang mengelola administrasi tabungan, bukan pungutan pajak sebagaimana yang tertulis dalam dokumen.
Hingga akhirnya polemik tersebut berujung pada pemindahan tiga guru ASN. Di saat bersamaan, sejumlah guru honorer juga memilih mengundurkan diri.
Mereka diduga ikut mengundurkan diri karena menilai situasi di sekolah sudah tidak lagi kondusif.
Dampaknya, sekolah kini disebut hanya menyisakan tiga guru aktif yang harus menangani beberapa kelas sekaligus.
Aksi mogok sendiri saat ini sudah mereda, namun kehadiran siswa ternyata belum sepenuhnya pulih. Sejumlah orang tua masih khawatir kegiatan belajar anak-anak tidak berjalan maksimal karena kekurangan tenaga pengajar.
Menanggapi persoalan tersebut, Disdikbud Indramayu memastikan sedang menyiapkan guru pengganti. Kepala Disdikbud Caridin menargetkan pemenuhan tenaga pendidik bisa diselesaikan paling lambat satu minggu ke depan.
Kini, harapan para orang tua sederhana: anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman, didampingi guru yang cukup, tanpa harus ikut terdampak persoalan di lingkungan sekolah. (Arrie tharina)

