
METROPOSTNews.com | Majalengka – Prestasi menggembirakan datang dari salah seorang siswi bernama Komisah, yang duduk di kelas 12 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Majalengka, Jawa Barat.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terbatas lantaran masih terkendala pandemi Covid 19, siswa program IPA itu sukses meraih medali emas dalam ajang Internasional Science Mathematics Competition (ISMC) yang diumumkan pada 11 Februari 2022 lalu.
Dalam ajang yang dihelat secara daring sejak awal Januari 2022 lalu, Komisah sukses menyisihkan pelajar dari berbagai negara.
Berkat kecerdasan dan kemampuannya dalam menjawab semua pertanyaan yang diberikan, dia sukses menjadi salah satu siswa yang dinyatakan layak mendapat medali emas.
Perjalanan Komisah dalam ajang itu, tidak berjalan mudah. Pasalnya, tidak sedikit materi yang disampaikan dalam ajang itu, belum dipelajarinya di kelasnya.
Alhasil, dia pun harus belajar lebih keras lagi untuk mengetahui rumus-rumus supaya bisa menyelesaikan soal demi soal yang di diajukan.
“Tahunya dari Medsos, lalu coba ikut. Ternyata soal-soalnya ada yang belum dipelajari di kelas,” kata Komisah
“Akhirnya, coba saya cari tau lewat internet, dan dibimbing guru mata pelajaran juga,” ucap Komisah, pada saat ditemui di Sekolah Selasa 15 Februari 2022.
Pengalaman Komisah mengikuti sejumlah perlombaan, membuat dia lebih tenang dalam mengikuti ajang itu.
Bahkan, dia mengaku tidak mendapatkan rintangan berarti selama mengikuti ajang tingkat dunia itu.
“Soal dari sana, terus kita kerjakan. Ya kaya biasanya aja, tapi sekarang mah menggunakan bahasa Inggris, karena internasional kan. Alhamdulillah, bisa berjalan lancar,” ujarnya.
“Durasinya 1 jam untuk mengerjakan 40 soal. Ini untuk tingkat SLTA,”
“Dari Majalengka saya sendiri. Alhamdulillah, sebelum-sebelumnya juga pernah ikut ajang serupa,”
“Sekarang juga lagi ikut olimpiade Matematika LKTI Kemenag,” tuturnya.
Guru pembimbing Komisah, Milla Khoirul Millah menjelaskan, kompetisi menggunakan sistem grade dalam melakukan penilaian.
Komisah, berada di posisi 45 dan dinyatakan berhak mendapat medali emas.
“Itu kan pakai grade ya. Dari 382 peserta, Komisah berada di posisi 45 dan dinyatakan berhak mendapat medali emas dan sertifikat,” kata Siswi Man 2 Majalengka.
Sebagai guru pembimbing, Milla menjelaskan, tidak sedikit anak didiknya yang ikut lomba.
Dari beberapa lomba yang diikuti, dia mengaku tidak sedikit materi yang didapat anak didiknya belum diajarkan di sekolah.
“Menyiasatinya ya kami lakukan pendampingan untuk pelajaran tambahan. Bisa searching juga. Alhamdulillah, itu sangat membantu,” ucapnya.
Kepala MAN 2 Majalengka Euis Damayanti menjelaskan, pihaknya memberi perhatian terhadap para siswa yang memiliki potensi dalam berbagai bidang mata pelajaran.
Tidak melulu pelajaran Agama, pelajaran yang diajarkan di sekolah umum pun mendapat perhatian yang sama.
“Mata pelajaran umumnya kita sama persis dengan SMA. MAN kami juga berstatus sebagai MAN Plus Keterampilan, berdasarkan keputusan dari Kemenag pusat,” ujarnya.
“Di kami ada teknik audio, tata busana. Kami juga dinyatakan sebagai Madrasah penyelenggara riset, tapi untuk sementara itu ditempatkan di ekstra kurikuler,” tuturnya.
“Dengan unggulan-unggulan itu, diharapkan bisa membuat anak-anak kami mampu bersaing dengan siswa dari sekolah-sekolah lain,” jelasnya. (Ade)

