
METROPOST1.COM, Indramayu — Seorang bayi yang menderita sakit panas atau demam mengalami muntah-muntah setelah menkonsumsi Fasidol Paracetamol Sirup 60ml dan Lifadrox Cefadroxil Suspensi Kering 125mg/5ml yang diberikan bidan inisial (A), bidan memberikan obat sirup kepada orang tua pasien ketika berobat.
Berharap sang anak sembuh setelah berobat ke bidan tapi nyatanya setelah obat tersebut dikonsumsi atau diminumkan selama 4 hari, Pasian (bayi) justru mengalami muntah-muntah. Atas kejadian tersebut obat yang diberikan tidak diminum lagi.
Menurut keterangan dari Narasumber, orang tua pasien, ibu Rohmah menjelaskan, “awal mulanya berobat ke Bidan inisial (A), karena saya sudah biasa berobat ke sana dan juga masyarakat Tenajar Lor pun sudah kerap kali merasa cocok dengan pengobatan dari Bidan A” ungkapnya (7/10/21).
Menambahkan, orang tua pasien (Rohmah & Suami) mengantarkan anaknya yang sakit, setelah diperiksa katanya sakit panas, batuk, pilek, dan mual. Lalu diberikan obat yaitu Fasidol Paracetamol Sirup 60ml dan Lifadrox Cefadroxil Suspensi Kering 125mg/5ml.
Sampai di rumah, kamipun memberikan obat tersebut kepada bayi, atas anjuran dari bidan kalau minum obat Lifadrox Cefadroxil Suspensi Kering 125mg/5ml harus di kasih air dulu karena bentuknya bubuk, Setelah itu kami sebagai orang tuanya cekik atau diminumkan kepada anakku si bayi dan tak berselang lama atau menit si bayi muntah-muntah, “dipikir saya obat yang dimuntahkan saya tidak sadar lalu saya berikan lagi obat tersebut dan muntah lagi” ujarnya.
Setelah 4 hari ternyata Rohmah (Ibu Pasien) baru sadar bahwa obatnya merk Lifadrox Cefadroxil Suspensi Kering 125mg/5ml ternyata sudah kadaluarsa (Expired Date 03/2021).
Bidan (A), saat dikonfirmasi di rumahnya jam 13:00 wib 23/10/21 ketika media memaparkan awal mula kejadian menimpa pasien dan obat kadaluarsa, Bidan inisial (A) menjelaskan dan meminta maaf.
“Mohon maaf saya tidak pernah memeriksa atau memberikan obat kadaluarsa pada orang itu tapi saya lihat di foto emang orang tersebut enggak pernah berobat, tapi mungkin saya lupa tapi yang saya tahu semua pasien baik tua, muda sampai bayi pun semua saya tangani semua tidak ada keluhan” ujarnya.
Ditambahkannya, tanyakan aja ke pasiennya mungkin beli obat sendiri ketempat toko obat atau apotik.
Setelah media menunjukan obat yang Kadaluarsa, Bidan (A) mengatakan itu bukan obat milikku dan tidak pernah ada obat yang kadaluarsa di tempatku.
“Bahwa bisa saja pasien membeli diluar, terus berobat disini anaknya muntah-muntah, kebanyakan yang berobat disini saya lupa nama siapa berobat enggak maklum saya udah tua” ucapnya.
Anak dari Bidan (A) pun ikut menyela pembicaraan, “kalau keracunan habis berobat dari sini sakit berkepanjangan lumpuh atau meninggal kenapa enggak mau datang lagi kesini, kalau iya benar ibu saya kasih obat ke pasien kadaluarsa, ini akal-akalan orang aja bisa menjatuhkan nama ibu” jelasnya.
Bidan (A) membenarkan ucapan anaknya, nah masalah absensi atau daftar pasien yang berobat saya tidak hapal karena banyak yang berobat, tidak mungkin saya hafal satu persatu dan saya tidak membuat daftar absen pasien karena malas. (MT jahol)

