
Metropostnews.com | Lebak – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lebak terus mengintensifkan pengawasan di jalan raya guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026. Sejumlah personel disiagakan di titik-titik strategis dengan mobilitas kendaraan tinggi.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengawasan di antaranya kawasan Mandala, Pertigaan Cibadak, dan Pasar Rangkasbitung. Ketiga kawasan tersebut dikenal sebagai urat nadi lalu lintas dengan arus kendaraan yang padat setiap harinya.
Dalam pelaksanaannya, personel Sat Lantas Polres Lebak melakukan pengaturan sekaligus penertiban arus lalu lintas. Petugas juga memberikan edukasi secara langsung kepada pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, dengan mengedepankan pendekatan humanis.
Kasat Lantas Polres Lebak, AKP Liska Oktavima Rudianto, mengatakan Operasi Keselamatan Maung 2026 merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Lebak.
“Pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026 mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif, disertai penindakan yang humanis terhadap pelanggaran lalu lintas,” ujar AKP Liska, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, petugas di lapangan tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan imbauan terkait pentingnya penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor. Menurutnya, perlengkapan keselamatan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi demi keselamatan diri sendiri.
Selain itu, pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK juga dilakukan secara teliti dan sopan untuk memastikan legalitas kendaraan yang beroperasi di wilayah hukum Polres Lebak.
Petugas turut mengingatkan pengendara agar mematuhi rambu lalu lintas dan marka jalan. Pelanggaran terhadap marka jalan dinilai kerap menjadi pemicu kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas.
Bagi pengemudi kendaraan roda empat, Sat Lantas Polres Lebak menekankan pentingnya penggunaan sabuk pengaman serta larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara demi menjaga konsentrasi dan keselamatan.
AKP Liska menambahkan, Operasi Keselamatan Maung 2026 juga berfungsi sebagai sarana cipta kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Operasi ini diharapkan dapat mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas, serta membiasakan masyarakat disiplin berlalu lintas tanpa harus menunggu kehadiran petugas,” katanya.
Sementara itu, salah satu pengguna jalan asal Kecamatan Rangkasbitung, Anwar Sumarta, mengaku terjaring Operasi Keselamatan Maung 2026 karena tidak menggunakan helm. Meski demikian, ia menyebut petugas bersikap persuasif dan memberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan saat berkendara. (Ajat)
