METROPOSTNews.com, Indramayu — Pekerjaan rehabilitasi Aula Penambahan Balkon sebelah kanan kiri Universitas Wiralodra (Unwir) Kabupaten Indramayu diduga dikerjakan secara asal-asalan. Pembangunan yang bersumber dari dana Hibah APBD Kabupaten Indramayu tersebut diindikasi dilakukan secara tidak maksimal.
Dari hasil investigasi di lapangan, diduga memakai material besi yang tidak sesuai RAB. Memakai besi ukuran istilah besi banci. Selain itu, pekerjaan pondasi juga terkesan asal juga Pada tiang (saka) tambal sulam hanya dilakukan perbaikan penambalan.

Hal itu diungkapkan oleh ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) kabupaten Indramayu. Ia mengatakan pihaknya sebagai kontrol sosial mengingatkan kepada pihak pelaksana untuk tidak berbuat kecurangan agar tidak sampai terjadi kerugian negara.
“Kami meminta kontraktor untuk memperbaiki kualitasnya. Jangan semena-mena dalam kualitas pembangunan,” kata Karyanto, Ketua GNPK RI Kabupaten Indramayu, Jumat (26/11). Pihaknya juga meminta kepada pihak pengawas dan pihak yang terkait agar bisa tegas mengawasi pembangunan tersebut.
“Kami meminta kepada pihak yang terkait agar turun ke lapangan melihat langsung kondisi pembangunan bangunan itu. Jika ada dugaan bermasalah langsung tegur dengan keras,” tukasnya.
Dia menambahkan pembangunan tersebut masih awal dari pondasi dan masih jauh untuk ke tahapan berikutnya. Mumpung masih awal setidaknya bisa ada pencegahan agar tidak fatal untuk pembangunan kedepannya. “Inikan masih awal, masih bisa dicegah kalau ada terjadi hal yang tidak sesuai. Pengawas harus tegas,” kata dia.
Seperti diketahui, dari laman LPSE Kabupaten Indramayu pembangunan tersebut memakan biaya anggaran sebesar Rp 3.3 miliar dengan pemenang tender PT Murni yang beralamat jalan Letjen Suprapto No. 119/F Indramayu, Jawa Barat. (MT jahol)