
Metropostnews.com/LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi hingga triwulan II tahun 2025 mencapai Rp273 miliar dari target tahunan Rp1 triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Lebak, Yadi Basari Gunawan, mengatakan realisasi investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp9,898 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp263 miliar. Investasi ini melibatkan 246 perusahaan dengan total 914 proyek.
“Realisasi investasi itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.185 orang, termasuk tenaga kerja asing (TKA) sebanyak lima orang,” ujar Yadi, Selasa (2/9/2025).
Berdasarkan data, terdapat lima sektor dengan kontribusi investasi terbesar, yakni transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp62 miliar; perdagangan dan reparasi Rp40 miliar; perikanan Rp37 miliar; industri makanan Rp31 miliar; serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp19 miliar.
Sementara itu, realisasi PMA tercatat berasal dari beberapa negara, di antaranya Korea Selatan Rp4,37 miliar, Singapura Rp4,31 miliar, Tiongkok Rp961 juta, Thailand Rp245 juta, dan Jepang Rp576 ribu.
Menurut Yadi, capaian investasi tersebut menunjukkan tren positif seiring semakin kondusifnya iklim usaha di Kabupaten Lebak. Pemerintah daerah optimistis target penanaman modal tahun ini sebesar Rp1 triliun dapat tercapai.
Selain didukung pelayanan perizinan yang semakin mudah dan cepat, promosi potensi daerah juga terus digencarkan oleh Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, baik untuk menarik investor dalam negeri maupun asing.
“Kami menjamin investasi di Kabupaten Lebak semakin ramah, kondusif, dan aman bagi investor. Kehadiran investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Yadi. (Nurjen)
