
Metropostnews.com | BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten memastikan seluruh investor yang menanamkan modalnya di daerah tersebut akan mendapatkan pelayanan yang baik, mulai dari kenyamanan berusaha, dukungan infrastruktur, hingga kemudahan dalam proses perizinan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan komitmen pemerintah daerah di bawah arahan Gubernur Banten dalam memberikan kemudahan investasi telah menghasilkan capaian signifikan. Pada tahun 2025, total realisasi investasi di Provinsi Banten tercatat mencapai Rp130,2 triliun.
“Tahun 2025 kemarin, total realisasi investasi yang masuk ke Provinsi Banten mencapai Rp130,2 triliun,” kata Virgojanti saat menyampaikan paparan di hadapan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten dalam kegiatan Temu Media yang digagas Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Banten bersama PWI Banten, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, dari total investasi tersebut sekitar 56 persen berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang didominasi sektor industri kimia dan petrokimia. Sementara sekitar 44 persen berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan sektor dominan meliputi perumahan, kawasan industri, dan jasa.
Menurut Virgojanti, capaian realisasi investasi tersebut melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada 2025, target investasi Provinsi Banten sebesar Rp119,55 triliun, sehingga realisasi Rp130,2 triliun berarti melampaui target sebesar 8,95 persen.
Capaian tersebut juga menempatkan Provinsi Banten di posisi keempat sebagai destinasi investasi utama di Indonesia.
“Saat ini Provinsi Banten berada di peringkat keempat sebagai destinasi investasi utama di Indonesia. Ini bukan perkara mudah, tetapi berkat arahan Gubernur serta dukungan semua pihak, capaian ini bisa diraih,” ujarnya.
Virgojanti menambahkan, kualitas investasi juga menjadi perhatian, terutama terkait kontribusi investasi asing serta keselarasan dengan program hilirisasi. Pada 2025, realisasi investasi di sektor hilirisasi tercatat mencapai Rp41,3 triliun atau sekitar 31,72 persen dari total investasi.
Adapun komoditas hilirisasi terbesar berasal dari sektor minyak dan gas senilai Rp23,21 triliun atau sekitar 56,19 persen. Disusul sektor mineral sebesar Rp9,78 triliun atau 23,68 persen.
Ia juga memaparkan tiga negara dengan nilai investasi asing terbesar di Banten. Malaysia menjadi investor terbesar dengan nilai Rp15,18 triliun atau 26,65 persen, diikuti Hong Kong sebesar Rp8,86 triliun atau 15,56 persen, serta Singapura dengan nilai Rp6,54 triliun atau 11,47 persen.
“Yang terpenting saat ini adalah menjaga prestasi yang telah diraih Banten. Saya mengajak semua pihak untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif, termasuk dukungan dari PWI melalui pemberitaan yang positif dan konstruktif,” kata Virgojanti.
Sementara itu, Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten atas terselenggaranya kegiatan Temu Media yang difasilitasi Biro Adpim Setda Provinsi Banten.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting bagi insan pers untuk memperoleh informasi langsung dari pemerintah daerah sehingga dapat disampaikan kembali kepada masyarakat melalui pemberitaan yang akurat.
“Melalui kegiatan ini, berbagai program dan kebijakan Pemprov Banten dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas melalui media,” ujar Rian.
Ia menegaskan pihaknya mendukung langkah strategis Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong peningkatan investasi sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan daerah. (Ajat)
