Metropostnews.com-Kabupaten Tangerang – Sungguh sangat di sayangkan seluruh penguatan royek Dinas Pendidikan kabupaten Tangerang diduga menjadi sarang bancakan oleh pihak dinas pemborong maupun pihak sekolah,semua dapat di lihat dari proyek Dinas Pendidikan seperti di SMPN 1 kresek yang mana pembagunan memakai dana s APBD 2024 Sebesar Rp: 1,4 Milyar lebih sampai dengan 3 judul tapi ketika tim wartawan bertanya pihak sekolah sama sekali tidak tahu CV mana yang mengerjakan.

Namun yang lebih miris di SMPN 1 Kronjo ada 2 judul kerjaan namun 1 judul sama sekali tidak di perlihatkan papan proyek hal yang lebih membingungkan adalah ucapan Mamad Rohimad SPd selaku kepala berkata pada saat di dinas mengatakan Udah kepala sekolah tidak usah repot seakan pihak sekolah tidak perlu tahu.
Ketika diajak oleh tim wartawan kepala sekolah hanya begong ,karena semua yang dilakukan oleh CV. PUTRA DUA MANDIRI sudah sangat keterlaluan itu ruangan sekolah tempat anak bangsa menimba ilmu jadi butuh kenyamanan.
Kalau seperti berapa lama bertahan karena sudah cukup banyak kerjaan di Indonesia yang menelan korban seperti roboh siapa yang mau bertanggung jawab. Informasi dari teman teman dilapangan bahwa proyek di seluruh dinas kabupaten Tangerang selaku PUTRA DUA MANDIRI yang mendominasi ada apa dengan sudah saat pihak Kejati Banten turun melakukan audit terkait semua judul pekerjaan yang dilakukan, bila perlu blacklist itu CV nya.
Mamad Rohimad SPd selaku kepala sekolah saat dikonfirmasi mengatakan sama sekali tidak pernah ketemu di pihak CV. PUTRA DUA MANDIRI mulai berjalan. Hal ini menunjukkan betapa tidak berkualitas Mamad Rohimad SPd selaku kepala apapun barang masuk atau kerjaan proyek beliau wajib tahu dan jangan munafik inikah kualitas kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan kabupaten Tangerang.
Lasman Napitupulu SH selaku bidang hukum dewan pimpinan pusat gabungan (DPP GWI) saat dimintai tanggapan mengatakan ini sudah sangat keterlaluan kami dari gwi akan melayang kan laporan kepada APH agar semua yang berani bermain main dengan uang rakyat wajib harus mempertanggung jawabkan,ini ada indikasi semua terlibat baik kepala Dinas Pendidikan kabupaten Tangerang. Pemborong maupun pihak saling menutupi,tangkap dan penjara kan semua udah rusak negara ini sama para koruptor”ulasnya.
Ketika di konfirmasi dengan perwakilan pihak putra dua mandiri dengan sombong membalas kalau tayang di metro tv baru ramai ini menunjukkan betapa sombong nya pihak putra dua mandiri pada dari keterbukaan informasi publik (KIP) Uda jelas melanggar dan seluruh pekerja tidak memakai alat keselamatan kerja/ SOP nya”, Tegas nya.
(Bintang Napitupulu)