
metropostnews.com/LEBAK – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, geliat ekonomi warga Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat dari melonjaknya permintaan hewan kurban, terutama domba, yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warga setempat.
Salah satu peternak, Oman Saputra, mengungkapkan bahwa tahun ini terjadi lonjakan permintaan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, situasi tersebut tidak lepas dari kondisi kesehatan hewan ternak yang lebih baik dibanding dua tahun terakhir.
“Alhamdulillah, tahun ini tidak ada wabah penyakit seperti tahun-tahun lalu, jadi banyak yang kembali percaya untuk beli di sini,” ujar Oman saat ditemui di kandang dombanya, Senin (18/05/2025).
Dari total 65 ekor domba yang dipelihara, Oman menyebut kini hanya tersisa 10 ekor. Ia menambahkan, mayoritas pembeli datang langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi dan ukuran hewan sebelum membeli.
Harga jual domba bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta untuk ukuran kecil hingga Rp8,5 juta untuk domba berukuran besar.
“Yang besar biasanya untuk kurban kolektif atau disumbangkan ke masjid. Harga juga naik sedikit, sekitar lima persen, karena biaya pakan dan perawatan ikut meningkat,” jelas Oman
Hendra, seorang pembeli asal Cikulur, mengaku telah memesan sepuluh ekor domba dari kandang milik Oman. Hewan-hewan tersebut akan dibagikan saat pelaksanaan kurban.
“Ini bentuk ibadah saya. Semoga diberi kelancaran dan keberkahan,” kata Hendra
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, membenarkan adanya peningkatan permintaan terhadap hewan kurban di wilayah tersebut. Ia menyebut para peternak kini mulai kembali merasakan dampak positif dari membaiknya kondisi peternakan.
“Iya, mereka mulai kebanjiran rezeki. Setiap hari ada saja domba yang terjual,” ujar Rahmat.
Peningkatan pesanan hewan kurban ini menjadi harapan baru bagi peternak lokal di Lebak, yang sempat terdampak wabah penyakit hewan dalam dua tahun terakhir. Kini, dengan kondisi yang lebih kondusif, kepercayaan masyarakat untuk berkurban secara langsung pun kembali tumbuh. (Apuh)
