
METROPOSTNews.com | Pangandaran -Pasca lebaran hari ke 3, pantai Pangandaran diserbu ribuan warga baik wisatawan domestik dari daerah Ciamis, Tasik, Banjar, Bandung bahkan tidak sedikit wisatawan dari ibu kota Jakarta.
Arus jalan mulai memadati kawasan pantai Pangandaran,tidak hanya itu mulai dari daerah Batulawang sampai Banjarsari pun kondisi lalin sudah padat merayap, diperparah dari kawasan emplak, bahkan sampai macet lebih dari 1 jam, jadi perjalan dari daerah Banjar ke Pangandaran memkan waktu sampai 6 jam..yang seharusnya ditempuh dalam waktu 2 jam.
Hal ini dibenarkan oleh seorang warga yang berangkat dari kota banjar diperkirakan jam 9 pagi,dan memasuki kawasan pantai Pangandaran sekitar jam 3 sore.
“Macet parah di daerah Emplak,soalnya banyak kendaraan yang berasal dari luar kota, terutama Bandung dan Jakarta,” ujar Maman.
Tiket masuk pun melambung drastis, tiket untuk sepeda motor mencapai Rp 20.000 dan untuk pejalan kaki di kenakan tarif Rp.,10.000/orang, hal ini dikarenakan melonjak nya pengunjung dan para pengunjung akan merogoh kocek yang sangat dalam dari hari biasanya, dikarenakan harga jual untuk makanan lebih mahal 2x lipat dari harga normal,banyak pedagang musiman yang sejatinya memanfaatkan kondisi ini untuk mengeruk keuntungan.
Kondisi di pantai sendiri, sore hari pun meski dalam keadaan hujan, tapi wisatawan masih tetap berdatangan. Namun banyak dari para pengunjung yang tidak sadar akan kebersihan, sebagian titik pantai mengalami penumpukan sampah, terutama sampah plastik yang berserakan di bibir pantai.
Menurut Arman, salah satu petugas di pantai tersebut mengatakan, kedatangan para wisatawan diperkirakan akan berada di titik puncak pada hari sabtu, karena itu merupakan hari terakhir libur hari raya. Dan titik kemacetan itu akan berada di hari minggu pagi dan sore, karena pengunjung akan dengan serempak meninggalkan pantai Pangandaran.
“Sabtu mungkin pengunjung akan jauh meningkat,dan hari minggu pasti jalan dari Pangandaran sampai Batulawang akan macet parah, soalnya hari senin mereka sudah pada masuk kerja,” ungkapnya.
Petugas Basarnas pun terlihat memantau dari tepi pantai, mereka tidak henti hentinya memperingatkan para pengunjung untuk berhati hati dan tida berenang melampaui batas pelampung yang sudah di sediakan. Hal ini disinyalir untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, seperti pengunjung yang tenggelam dan terseret arus.
(RD)

