
Metropostnews.com/Lebak – Musim panen rambutan di Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, pada tahun 2025 membawa angin segar bagi para petani dan pelaku usaha buah.
Produksi rambutan yang melimpah tahun ini tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga menarik perhatian pembeli dari luar daerah.
Menurut Rohman, petani Rambutan di Kecamatan Curugbitung mengatakan, perputaran ekonomi di wilayah tersebut mengalami peningkatan yang signifikan.
Para petani rambutan di Curugbitung mengungkapkan bahwa hasil panen tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Cuaca yang mendukung serta penerapan teknik budidaya yang lebih optimal membuat buah rambutan memiliki kualitas lebih baik dan lebih manis.
“Syukur Alhamdulillah, tahun ini panen rambutan sangat bagus. Buahnya lebat, manis, dan ukurannya lebih besar. Banyak pembeli dari luar daerah datang langsung ke kebun,” ujar Rohman, seorang petani rambutan, Selasa (04/02/2025).
Harga rambutan di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp9.000 hingga Rp13.000 per kilogram, tergantung pada jenis dan kualitasnya.
Dengan produksi mencapai ratusan kilogram per kebun, petani bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar.
Permintaan rambutan pun meningkat, baik dari pedagang lokal maupun pembeli dari luar daerah seperti Tangerang, Serang, dan Jakarta.
Tak hanya petani, panen rambutan ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
Banyak warga yang terlibat dalam proses panen, pengemasan, hingga distribusi ke pasar.
“Saat panen seperti ini, saya bisa dapat penghasilan tambahan dengan membantu memetik dan menjual langsung di pasar,” ucap Rohman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat mengatakan, panen buah Rambutan Tangkue di Kabupaten Lebak itu menjadi berkah tersendiri bagi para petani. Apalagi saat ini berdasarkan laporan penyuluh pertanian, kualitas Rambutan Tangkue lebih baik dari tahun tahun sebelumnya. (Apuh)
