METROPOSTNews.com | Indramayu – Ada yang berbeda dalam Kegiatan obral obrol ke 27, dalam kegiatan ini dihadiri juga oleh Dewan kesenian dan Kebudayaan Kab Majalengka, dengan tema yang diangkat kali ini adalah budaya pinggiran.
Kang Kijung dan Ocky Sandi Lemon, penyair dan seniman dari Majalengka yang juga hadir dalam acara, menyambut kegiatan obral obrol yang dilaksanakan dengan sederhana akan tetapi tidak mengurangi kualitas dari kepedulian dengan budaya budaya yang ada di Indramayu.

Bertempat di rumah pelukis kreatif Griya Primitif pimpinan Saitor Hidayat, Blok Kemujing, Desa Rancajawat, Kec.Tukdana Kab.Indramayu, (21/03/2022).
Selain kegiatan diskusi hangat tentang kajian kajian budaya pinggiran, beberapa sajian kesenian tradisional, seperti berokan dan tari topeng kelana, serta persembahan musikalisasi puisi juga dipersembahkan oleh penggiat penggiat seni Indramayu.
Faris Al faisal, seorang penyair yang juga sebagai moderator dalam kegiatan Obral-obrol ke-27 saat ditemui awak media metropostnews.com mengatakan, “Dalam kegiatan rutin ini kami mengangkat tema dengan tema Budaya Pinggiran, sengaja tema ini kita angkat untuk membincangkan budaya pinggiran dari sudut pandang penggiat budaya dari Indramayu dan Majalengka, bahwa Budaya Pinggiran merupakan nilai kearifan lokal yang ada, serta memperkaya budaya Nusantara.” Paparnya.
Pemberian cinderamata sebagai wujud ungkapan terimakasih, dari pelukis Saitor hidayat kepada Supali kasim, selaku ketua Lembaga Bahasa dan Sastra Dermayu (LBSB) Saitor Hidayat mengatakan, “saya merasa bahagia dan sangat senang ketika tempat saya dianggap layak untuk dijadikan tuan rumah untuk berkumpulnya para penggiat budaya di Indramayu juga majalengka, tidak bisa saya sampaikan dengan kata kata, kebahagiaan ini juga mewakili semoga para penggiat budaya yang dianggap pinggiran mulai mendapatkan perhatian karena kami bagian dari pelestari kearifan lokal” ungkap Saitor penuh haru.
Acara diakhiri dengan pemberian tanda sebuah coretan dengan cat dari masing masing peserta yang hadir dalam sebuah kanvas besar yang disiapkan Saitor Hidayat, yang nantinya akan dijadikan sebuah kenang kenangan. (Hery)