
METROPOST1.COM — Indonesia sebagai negara agraris tentunya memiliki berbagai makanan dari hasil pertanian, dan salah satunya yaitu nasi yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia.
Namun jarang masyarakat mengetahui bahwa ketika nasi dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dari mulai yang sederhana sampai berbahaya.
Profesor Oladapo Ashiru, President of Africa Fertility Society mengutip Nation News mengatakan, makan nasi yang tidak dimasak dengan baik bisa menyebabkan fibroid dan kanker.
Disebutkan bahwa beras yang tidak dimasak secara benar mengandung logam arsenik yang dapat mengganggu sistem reproduksi tubuh hingga kanker.
Jenis logam ini umumnya berada di bawah tanah atau ladang yang sudah tercemar oleh limbah pabrik.
Ashiru juga menyebutkan bahwa selain cara menyiapkannya, menkonsumsi nasi secara berlebihan juga berbahaya untuk tubuh.
“Saya khawatir pada tingkat di mana komoditas ini sedang dipersiapkan. Kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka membahayakan hidup mereka saat mereka kenyang,” katanya.
Berdasar data Departemen Pertanian Ameriksa Serikat, satu gelas beras terdapat 242 kalori, 53 gram karbohidrat, dan 4.39 gram protein. Tak hanya itu, kandungan zat lain, seperti zat besi, fosfor, kalium, tiamin, dan folat, ada di dalamnya.
Terlalu banyak makan nasi di setiap waktu pun berakibat pada kenaikan berat badan. Sebab, terjadi penumpukan karbohidrat dalam tubuh.
Parahnya, jika sudah di tahap kritis, nasi mampu meningkatkan kadar gula dan bisa menimbulkan gejala diabetes.
Maka dari itu sobat metro harus bisa menjaga pola makan terutama nasi, tubuh kita membutuhkan element lain untuk menunjangnya seperti vitamin C yang tidak bisa diberikan nasi.

