
Metropostnews.com | Lebak – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, menegaskan pentingnya peran pondok pesantren (ponpes) dalam mengatasi kemiskinan di masyarakat. Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, ponpes juga turut membekali para santri dengan berbagai keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi mereka.
Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak, KH Ahmad Hudori, mengatakan lembaga ponpes saat ini tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mengembangkan sistem pendidikan formal dan non formal yang menumbuhkan kompetensi santri.
“Ponpes kini menjadi lembaga yang dikelola masyarakat dengan berbagai bentuk pendidikan, baik formal maupun non formal. Santri tidak hanya diajarkan agama, tapi juga dilatih keterampilan agar bisa mandiri,” ujar KH Ahmad Hudori saat peringatan Hari Santri Nasional di Lebak, Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, ponpes berperan besar dalam mencetak generasi muda yang berpendidikan, berakhlak, dan memiliki kemampuan untuk memperbaiki taraf hidup. Karena itu, MUI Lebak mendorong agar lembaga pendidikan keagamaan tersebut terus tumbuh dan berkembang sebagai pusat pemberdayaan umat.
“Kalau dulu santri berjuang melawan penjajahan, sekarang santri berjuang melalui pendidikan dan keterampilan untuk mengatasi kemiskinan,” tambahnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Tanda Keberadaan Pesantren (Sitren) 2025, jumlah ponpes di Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 2.138 unit, dengan santri mencapai puluhan ribu orang yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung.
KH Ahmad Hudori menjelaskan, banyak ponpes di Lebak telah menerapkan kurikulum nasional seperti Bahasa Inggris, Matematika, PKN, Kimia, Fisika, Bahasa Indonesia, dan Biologi, di samping kurikulum agama yang mencakup tafsir Al-Qur’an, hadits, fiqih, akidah, akhlak, bahasa Arab, serta sejarah Islam.
Dengan kombinasi pendidikan umum dan agama tersebut, ia optimistis lulusan ponpes mampu berkontribusi di berbagai sektor, baik sebagai pegawai negeri, anggota TNI/Polri, jurnalis, pengusaha, pedagang, maupun pendakwah.
“Kami juga terus melakukan pembinaan agar ponpes meningkatkan mutu pendidikan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan seperti cinta NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itu semua bagian dari fardu kifayah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong keberadaan ponpes untuk berperan aktif dalam menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah warga miskin di Kabupaten Lebak mencapai sekitar 111 ribu jiwa, dengan 5.691 jiwa di antaranya tergolong miskin ekstrem.
“Kami berharap kehadiran ponpes dapat membantu mengeliminasi kemiskinan ekstrem di Lebak melalui pendidikan dan pembinaan keterampilan yang berkelanjutan,” kata Hasbi.
Pemerintah Kabupaten Lebak pun berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan MUI dan lembaga keagamaan lainnya guna menciptakan masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera. (Apuh)
