
MetropostNews.com | TANGERANG – Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi PKB, Moh. Rano Alfath, S.H., M.H., kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Jalan Raya Serang KM 32, Kampung Kramat RT 12 RW 03, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat yang antusias mengikuti jalannya diskusi kebangsaan, pada Jumat (19/6/2026) malam.
Mengangkat tema “Memperkuat Ketahanan Keluarga dan Ekonomi Rakyat sebagai Pondasi Indonesia Maju”, kegiatan ini menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi masyarakat, mulai dari meningkatnya biaya hidup, perubahan ekonomi global, maraknya pinjaman online ilegal, judi online, hingga derasnya arus informasi di media sosial yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.
Dalam paparannya, Rano menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus menjadi pedoman masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang saat ini.
“Persoalan bangsa hari ini tidak hanya soal politik atau hukum, tetapi juga menyentuh langsung dapur masyarakat. Harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, ancaman judi online, hingga perpecahan akibat informasi yang tidak benar merupakan tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama,” ujar Rano.
Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun ketahanan sosial di tengah berbagai tekanan ekonomi dan perubahan zaman.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat pendidikan karakter, menjaga keharmonisan keluarga, serta menanamkan nilai gotong royong kepada generasi muda.
“Kalau keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Dan kalau masyarakat kuat, negara akan kuat. Semangat gotong royong yang menjadi ciri bangsa Indonesia harus terus dijaga agar kita tidak mudah terpecah oleh kepentingan-kepentingan sesaat,” katanya.
Rano juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi rakyat sebagai bentuk nyata implementasi sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ia mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan usaha mikro, mendukung produk lokal, dan memanfaatkan peluang ekonomi yang ada secara produktif.
“Perekonomian nasional tidak hanya ditopang oleh perusahaan-perusahaan besar. Justru tulang punggung ekonomi Indonesia adalah para pelaku UMKM, pedagang kecil, petani, nelayan, dan pekerja yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka harus terus didukung dan diberi ruang untuk berkembang,” jelasnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi, lapangan kerja, serta maraknya praktik pinjaman online dan judi online yang dinilai meresahkan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Rano menegaskan pentingnya literasi digital dan kesadaran hukum agar masyarakat tidak menjadi korban maupun pelaku tindak pidana yang merugikan diri sendiri dan keluarga.
“Kita harus bijak menggunakan teknologi. Jangan sampai kemajuan digital justru menjadi pintu masuk yang melemahkan ekonomi keluarga dan merusak masa depan generasi muda. Kesadaran hukum dan nilai-nilai kebangsaan harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Warga tampak aktif menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Kehadiran para tokoh masyarakat setempat turut memperkaya diskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan sosial di tingkat lingkungan.
Menutup kegiatan, Rano mengajak seluruh peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi sosialisasi, tetapi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Dengan memperkuat persatuan, menjaga ketahanan keluarga, dan membangun ekonomi rakyat yang tangguh, kita dapat mewujudkan Indonesia yang lebih adil, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)

