
Metropostnews.com | TANGERANG – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang melalui Sekertaris Dinas (Sekdis), Agus Supriatna, mengatakan akan melakukan pengecekan langsung ke SDN Sukamulya 1, Kecamatan Cikupa, setelah kondisi ruang kelas yang 10 tahun tidak difungsikan menjadi sorotan.
Ia juga menyampaikan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi dengan sekolah untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut dapat berlangsung dalam waktu lama.
“Ya mungkin banyak faktor ya, intinya gini dulu kita krocek dulu, kita akan cek ke lapangan, dan kita akan berbicara dulu dengan kepala sekolahnya dan akan tanya kenapa sih bisa sampai 10 tahun seperti itu,” ujar Agus. Kamis (18/06/2026)
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Komite SDN Sukamulya 1, Tohir, menyampaikan bahwa kebutuhan penanganan ruang kelas sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.
Menurutnya, usulan tersebut diajukan karena empat ruang kelas yang lama tidak digunakan dinilai masih berpotensi mendukung kegiatan belajar apabila mendapat penanganan menyeluruh.
“Kami dari komite sudah beberapa kali mengusulkan melalui Musrenbang tingkat kelurahan. Harapannya ruang yang lama belum digunakan ini bisa mendapat tindak lanjut karena kebutuhan ruang belajar di sekolah tetap ada,” ujar Tohir.
Ia menambahkan, sebelumnya memang pernah dilakukan perbaikan pada bangunan. Namun menurut keterangannya, penanganan saat itu hanya menyasar bagian atap sehingga ruangan belum dapat digunakan kembali secara optimal.
Pandangan serupa juga disampaikan warga sekitar sekolah. Salah satu warga menilai perbaikan yang pernah dilakukan belum menyelesaikan persoalan secara keseluruhan.
“Waktu itu memang pernah ada perbaikan, tapi yang kami lihat hanya bagian atap. Sampai sekarang ruangannya tetap belum dipakai. Bahkan sekarang kondisi atapnya juga terlihat sudah kembali mengalami kerusakan,” ujar warga.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah bagian ruangan tampak mengalami penurunan kondisi. Beberapa bagian plafon tidak terlihat terpasang, kusen jendela tampak mengalami pelapukan, sebagian kaca telah lepas, dan beberapa bagian lantai terlihat memerlukan penanganan.
Sementara itu, saat ditanya mengenai keterbatasan fasilitas pendidikan di Kelurahan Sukamulya yang saat ini hanya memiliki dua SD Negeri, Agus menyebut opsi relokasi sekolah masih dimungkinkan. Namun untuk pembangunan sekolah baru, menurutnya masih mempertimbangkan ketersediaan tenaga pengajar.
“Kalau untuk relokasi kemungkinan bisa, akan tetapi kalau pengadaan sekolah baru agak sedikit kita tahan dulu. Karena sekolah baru membutuhkan tenaga pengajar baru, sementara saat ini kita masih kekurangan guru,” kata Agus.
Kini perhatian tertuju pada hasil pengecekan lapangan yang akan dilakukan Dinas Pendidikan serta tindak lanjut terhadap kondisi ruang kelas di SDN Sukamulya 1. (Reggy)

