
Metropostnews.com ||Tasikmalaya -Bola Volley adalah salah satu olahraga yang sudah melekat di masyarakat. Hampir di setiap daerah banyak peminatnya. Berbagai usia maupun gender telah menjadi bagian dari kecintaan terhadap olahraga yang lapangannya hampir ada di setiap desa.
Walaupun tak semulus bulu tangkis di kancah dunia, tetapi di Indonesia olahraga ini hampir menyaingi bulu tangkis. Selain murah, olahraga ini sebagai pemersatu dan ajang silaturahmi di kalangan masyarakat indonesia.
Hal itu juga yang disadari para tokoh di sebuah desa di Tasik selatan. Adalah Kang Sugin alias kang Ugin (40 th),salah satu tokoh muda di desa Padawaras yang semangat ingin menanamkan kecintaan bola volley kepada anak muda, dan berharap banyak terinspirasi untuk menjadi atlet-atlet berkualitas.
Sehingga atas dasar itulah, kang Ugin menggelar Turnamen Open bola volley didaerahnya. Sebagai ketua Panitia dia mengundang beberapa kecamatan di sekitar Kabupaten Tasikmalaya yang mempunyai club yang berkualitas dan pemain-pemain terkenal di daerah tersebut.
Kang Ugin berharap dengan adanya gelaran turnamen ini banyak bakat-bakat muda khususnya di Kabupaten Tasikmalaya bisa berkembang dan lahir pemain-pemain baru yang bisa berprestasi di tingkat nasional.
“Saya menyelenggarakan turnamen ini untuk menjaring bakat muda, menginspirasi anak-anak, merpererat silaturahmi antar daerah. Walaupun total hadiahnya hanya sampai 20 juta, tapi saya berharap dari pertandingan ini adalah makna dan tujuan tersampaikan kepada semua pihak tentang pentingnya membangun kecintaan dan mencetak bakat” Ujarnya kepada metroposnews dalam wawancara seusai menggelar pertandingan terakhir (16/01/2023) dilapangan desa Padawaras.
Senada dengan kang Ugin, sosok pendukung utama dibalik kegiatan ini ada Haji Uden, salah satu anggota dewan DPRD provinsi jawa barat yang merakyat. Dia yang juga punya harapan yang sama terhadap perkembangan minat bakat generasi muda dibidang olahraga bola volley.
“Saya selain hoby olahraga, saya ingin dengan event ini, saya lebih dekat dengan masyarakat dan juga saya berharap generasi muda lebih banyak mendominasi minatnya di bidang olahraga” Ujarnya dalam wawancara (16/01/2023) .
Dan memang benar saja kegiatan turnamen ini menyita perhatian masyarakat. Bukan hanya warga sekitar, namun ada yang harus menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan pertandingan olahraga ini. Seperti Yesa, yang kami wawancara. Wanita muda ini harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dari rumahnya untuk menyaksikan pertandingan bola volley ini.
Selain Yesa, ada Adel,wanita yang antusias dan terkesan dengan pertandingan, merasa perlu diadakan pertandingan serupa minimal setahun tiga kali. Padahal kita semua tahu, jika event adalah membutuhkan biaya besar. Tetapi demi kemajuan olahraga, semua butuh berkorban.

