
MetropostNews.com | INDRAMAYU — Sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu kembali membuka tabir baru. Terutama soal motif dibalik pembunuhan tersebut.
Penyidik yang memeriksa kedua terdakwa pun membongkar dugaan kebohongan hingga motif yang berubah-ubah dari terdakwa Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan.
Saksi Prasetyo mengatakan, terdakwa Priyo ketika diperiksa mengaku tidak mengetahui alasan dibalik tindakan sadis tersebut. Meski begitu, Priyo sedari awal mengaku sudah tahu soal rencana Ririn yang akan melakukan pembunuhan terhadap Budi dan keluarganya.
“Yang diketahui oleh Perdakwa Priyo itu hanyalah Ririn menyuruh bahwa nanti kita berpura-pura untuk berbisnis sembako atau minyak goreng,” kata Prasetyo di hadapan majelis hakim.
Sedangkan Ririn mengaku motif awal itu karena dendam kepada korban Budi. Ia mengaku sebelumnya ia pernah memberikan modal sebesar Rp 900 ribu untuk bisnis minyak goreng. Namun, bisnis tersebut tidak terealisasi, korban juga disebut Ririn, tidak mengembalikan modal yang ia berikan.
“Seperti itu motif awal yang disampaikan Ririn kepada kami,” kata Prasetyo.
Adapun motif sakit hati terkait sewa mobil sendiri diketahui didapat pihak kepolisian usai memeriksa saksi-saksi. Salah satunya mantan istri Ririn bernama Shella yang menerangkan Ririn sempat pamit untuk sewa mobil dan meminta uang Rp 750 ribu. Akan tetapi mobil yang disewa tersebut mogok.
Yang mengejutkan, di ruang pemeriksaan Ririn disebut sempat menekan Priyo agar mengaku.
“Sudah Priyo, kamu jujur saja,” ungkap penyidik menirukan ucapan Ririn di depan hakim.
Tak hanya itu, polisi juga membeberkan bukti CCTV baru dari tiga titik berbeda. Rekaman itu disebut memperlihatkan aktivitas kedua terdakwa sejak datang ke lokasi hingga memindahkan jasad korban.
Polisi memastikan tidak ada pelaku lain selain Ririn dan Priyo. Empat nama yang sempat disebut Ririn belakangan disebut hanya karangan jelang persidangan pertama.
Kasus tragis yang menewaskan 5 orang satu keluarga di Paoman ini masih terus disidangkan untuk mengungkap motif sebenarnya. (Artie tharina)
