
METROPOST1.COM, Garut — Muhammad Gibran Arrasyid (14), warga asal Rt 02/ Rw 07, Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut
remaja yang sempat hilang saat mendaki di Gunung Guntur Garut akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan, Jumat (24/9) sore.
Gibran dinyatakan hilang pada Minggu (19/9) saat mendaki Gunung Guntur pada Sabtu (18/9) sekitar pukul 16.00 WIB, bersama rombongan pendaki yang berjumlah 14 orang. Hanya Gibran yang tidak menuju puncak dalam rombongan tersebut
Kepada Metropost1.com Gibran mengaku tidak ingat apa-apa, “saya lupa lagi dan saya hanya berjalan dan berjalan serta tidak tahu apakah itu malam atau siang hari,” dia tidak ingat apa-apa.
Gibran ditemukan oleh tim SAR Gabungan dari TNI, Polri, Pelopor Kompi A Detasemen 4 Jawa Barat, Basarnas, BKSDA, Tagana dan Relawan Mapala pencinta alam yang seluruhnya berjumlah sekitar 100 orang
Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Masrokan, S.E. mengatakan, “pada hari Jumat tanggal 24 September 2021 sekitar pukul 08.00 WIB, tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian korban dari titik awal Base Camp menuju ke Pos 3 kemudian dari Pos 3 kembali menyisir ke Pos 1″ ungkapnya.
Sewaktu perjalanan dari Pos 2 menuju Pos 1, seorang Juru Kunci atau sering disebut Kuncen Gunung Guntur melakukan ritual pada pukul 13.00 WIB.
Setelah melakukan ritual kemudian Team SAR gabungan melakukan penyisiran kembali dari atas pos 3 sampai pos 2 dan pada pukul 16.00 WIB Tim SAR menemukan korban atas nama Muhammad Gibran Arrsyid sedang berada di sebuah Curug yang bernama Curug Cikoneng dalam keadaan sedang jongkok di atas batu dan terlihat lemas hanya memakai jaket merah memakai kaos, celana pendek warna biru dengan luka kaki di sekitar kaki dan tanpa menggunakan alas kaki
Setelah diketemukan Gibran diberi makan langsung oleh team SAR Gabungan dan dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Tarogong Kaler. Sampai berita ini diturunkan Muhammad Gibran Arrasyd masih mendapat pelayanan medis. (Redi)


