
METROPOSTNews.com | Lebak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebutkan kerugian material akibat bencana alam di daerah ini selama Januari – Agustus 2022 mencapai Rp7, 7 miliar dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
“Semua korban bencana alam itu mendapatkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan lainnya,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama kepada wartawan, Selasa (06/09/2022).
Dijelaskan Febby, bencana alam yang terjadi di Kabupaten Lebak terhitung delapan bulan terakhir diperkirakan kerugian material mencapai Rp7,7 miliar dengan 351 kejadian dan 1.111 rumah yang terdampak mulai rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Selain itu, tiga orang dilaporkan meninggal akibat diterjang gelombang tinggi di pesisir selatan Kabupaten Lebak.
Lanjut Febby, Pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan kebutuhan bahan pokok, juga perbaikan rumah korban bencana alam, dan memperbaiki ruas jalan yang menghubungkan antardesa.
“Kami berupaya menyalurkan bantuan untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat yang dilanda bencana alam itu,” tutur Febby.
Masih kata Febby, mekanisme pendistribusian BLT subsidi BBM, seperti program – program lainnya, sehingga masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan.
Masyarakat tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah penyebaran virus corona karena pandemi Covid-19 masih ada.
“Kami minta masyarakat mengantri dengan tertib untuk menerima dana subsidi BBM itu,” ujarnya
Terpisah, Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak, Agus Reza Faisal membenarkan jika kerugian materi yang dialami masyarakat akibat bencana sekitar Rp7,7 Milyar. Jumlah tersebut sejak bulan Januari-Agustus 2022. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut bakal bertambah, karena sampai akhir tahun nanti, bencana kerap terjadi.
Apalagi, lanjut Agus Reza, belakangan ini cuaca di Lebak sedang tidak menentu. Sehingga berpotensi terjadi bencana, untuk itu, ia berpesan agar warga melakukan evakuasi mandiri jika terjadi bencana.
“Saya menghimbau agar warga waspada. Jika terjadi bencana, sebaiknya warga melakukan evakuasi mandiri sebelum petugas datang untuk membantu,” kata Agus Reza. (Ajat)

