
METROPOSTNews.com | Lebak – Pasar Malingping merupakan salah satu pasar yang berada di kecamatan Malingping Kabupaten Lebak-Banten yang ramai setiap harinya apalagi saat bulan Ramadhan. Akan tetapi kemacetan demi kemacetan sering terjadi diakibatkan oleh parkir liar dan para pedagang yang berada di sepanjang jalur pasar Malingping. Anehnya, parkir di pasar Malingping ini berada di bahu jalan, sementara para pedagang berada di trotoar tempat para pejalan kaki dan sebagian para pedagang juga berada di bahu jalan.
Aktivis Lebak Selatan (Baksel), Uce Saepudin menuturkan, kemacetan di pasar Malingping pada Idul Fitri 2022 akan semakin parah dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kami perkirakan kemacetan kali ini akan lebih parah, hal ini karena Lebaran kali ini dipastikan kendaraan arus mudik meningkat signifikan,” ujar pria yang akrab disapa Bucek.
Selain itu, orang atau pemudik yang datang pun meningkat drastis dan banyak yang berbelanja di pasar Malingping.
“Yang kami sayangkan, jalan alternatif Beyeh-Simpang (Jalan Baru) rusak parah, sehingga tidak ada jalan alternatif. Kemungkinan banyak yang lewat jalan Lebak Jaha, itupun kabarnya akan ditutup oleh warga sekitar,” terangnya.
Aktivis Banten Selatan Sudarmanto juga angkat bicara, ia mengatakan bahwa sangat menyayangkan terkait kemacetan yang seringkali terjadi di pasar Malingping.
“Ini menurut saya diakibatkan karena tidak jelasnya tentang penataan ruang bagi para pedagang kaki lima maupun tempat parkir,” ungkapnya.
Dia juga sangat menyayangkan kejadian ini seperti ini tidak ada solusi yang di buat oleh para pemangku kebijakan, ditambah ketika kemacetan terjadi, tidak ada petugas lalulintas maupun petugas dari dinas perhubungan yang terlihat di pasar Malingping ini.
Meski demikian, ia sangat berharap kedepannya para pemangku kebijakan punya solusi agar pasar Malingping tidak lagi menimbulkan kemacetan.
“Karna kemacetan ini bukan hanya disaat bulan ramadhan saja akan tetapi di hari-hari biasa juga sering menimbulkan kemacetan,” punkasnya.
(Hasanudin)


