
METROPOST1.COM, Cirebon — Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kota Cirebon pada hari kedua tampak berjalan dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat.
Seperti halnya di SDN Karya Mulya 1, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Sebelum memasuki kelas untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), para siswa tampak melewati beberapa tahap, diantaranya, screening suhu, Hansdsanitizer atau mencuci tangan di wastafel dan semprotan disinfektan pada kaki.
“Alhamdulillah kami dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) menyambut baik regulasi PTMT ini, secara ketat Prokes kami terapkan di seluruh Sekolah khususnya SD Negeri/Swasta di Kecamatan Kesambi,” kata Hj. Eva Resna Hendawati, Ketua Ketua K3S Kecamatan Kesambi, Selasa (7/9/21).
Menurutnya, sebanyak 40 dari 47 SDN Negeri/Swasta di Kecamatan Kesambi saat ini telah melaksanakan PTMT dengan ketentuan sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah.
“Seperti di tempat kami, siswa dibatasi 50 persen perkelas, kemudian hari Senin hingga Rabu diikuti Kelas tinggi, lalu tiga hari berikutnya kelas rendah,” sebut Hj Eva yang juga Kepala Sekolah SDN Karya Mulya 1.
Adapun pembatasan peserta didik dengan kapasitas 50 persen, ia mencontohkan, dari jumlah 30 siswa, hanya 15 peserta PTM selebihnya di rumah dikombinasikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau blended learning.
“Saya sampaikan kepada teman-teman Kepala Sekolah, untuk bersama-sama membahagiakan anak-anak dan bikin enjoy mereka,” ujarnya.
Caranya, masih kata Hj Eva, iringi PBM dengan permainan atau komitmen yang dapat membangkitkan semangat peserta didik.
“Bisa dengan beberapa game atau tepukan-tepukan misalnya,” ucapnya.
Ia pun berharap, pasca digelarnya PTM tidak ada lagi kasus baru penularan Covid-19. Maka dari itu, tak henti-hentinya mengingatkan untuk selalu menjaga Prokes.
Untuk diketahui, Penerapan PTM Terbatas diawali dengan Rakor antara Pemda Kota Cirebon,yang dalam hal ini Pak Sekda sekaligus memimpin Rakor, Kadisdik Kota Cirebon dan jajarannya, para Korwil, Pengawas, Ketua K3S se- Kota dan perwakilan Kepala Sekolah.
“kalau Prokes sudah diterapkan, tentunya semua pihak akan senang dan mendukung. Mudah-mudahan PTM ini seterusnya berjalan tidak berhenti dalam satu, dua bulan sehingga dengan ini peserta didik bisa memanfaatkan baik daya nalarnya, hal kompetensi anak terutama olahhati, olahrasa, olahraga dan olah pikir,” pungkasnya. (Cepi)

