METROPOSTNews.com | Taliabu — Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) hadirkan Kementrian Dalam Negeri melalui Dirjen Polpum guna menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan dan percepatan pembentukan pengurus dan sekretariat pusat pendidikan wawasan kebangsaan Kabupaten Pulau Taliabu periode 2021-2025, di Aula Kantor Bupati Taliabu, Kamis (23/12/2021).

Selain sosialisasi wawasan kebangsaan, juga dilakukan sosialisasi percepatan pembentukan gugus tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), dan pencanangan Desa Wayo dan Desa Gela sebagai Desa gotong royong dan Desa Toleransi di Kabupaten Pulau Taliabu.
Kepala Badan Kesbangpol Pulau Taliabu, Husain, mengatakan jika penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum kepada Pemerintah Daerah Pulau Taliabu beberapa waktu lalu merupakan sebuah prestasi yang ditunjukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu terkait dengan bagaimana menjalankan program-program, khususnya program-program wawasan kebangsaan.
Tak hanya itu, Husain mengatakan, terpilihnya kabupaten Taliabu menjadi Pilot Projek Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dari kementerian dalam negeri lewat Dirjen Polpum, yang menjadi program prioritas presiden RI, dalam nawa cita.
Selain itu, penghargaan yang diberikan Menteri Dalam Negeri tentunya terdapat pertimbangan-pertimbangan, diantaranya dari 514 Kabupaten/Kota se-Republik Indonesia, baru Kabupaten Pulau Taliabu yang mendapatkan penghargaan tersebut.
“Berkaitan dengan Desa toleransi dan Desa gotong royong dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, baru Taliabu yang melakukan pencanangan itu” ujar Husain, Kamis (23/12/2021)
Wakil Bupati Pulau Taliabu, Ramli, dalam sambutannya mengatakan bahwa wawasan kebangsaan sangatlah penting karena merupakan pemupuk pengokohan eksistensi sebagai bangsa yang kuat, yang bersatu, berdaya saing.
Sosialisasi wawasan kebangsaan dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman pada seluruh komponen bangsa dan masyarakat Pulau Taliabu khususnya bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki ciri khas kebhinekaan, Ras, Suku, Budaya, dan Agama.
Ramli juga berharap pada pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan dapat menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati satu sama lain, serta mengembangkan sikap toleransi dan menyuburkan proses pembauran antara seluruh elemen.
“Dengan mengamalkan pemahaman terhadap wawasan kebangsaan, semoga dapat mewujudkan kehidupan masyarakat Pulau Taliabu yang rukun, damai, solid, dan harmonis” harapnya.
Pada pelaksanaan kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dirjen Polpum Kemendagri, Wakil Bupati Pulau Taliabu, Kepala Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu, Kepala Pengadilan Negeri Bobong, Unsur Pimpinan DPRD, Pimpinan OPD, Kepala Pemerintahan Kecamatan se-Taliabu, dan unsur Kepala Pemerintahan Desa. (Ihky)