
METROPOSTNews.com | Kota Serang – Di bulan Juni 2025 ini, Cinepolis kembali menghadirkan kompilasi film-film seru dari berbagai genre yang siap menemani hari-harimu. Jadi tunggu apalagi, segera ajak orang tersayang buat nonton dan book tiketmu sekarang di website serta aplikasi Cinépolis Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan film-film keren ini di layar lebar dengan kualitas terbaik.
GJLS : IBUKU IBU-IBU
GJLS: Ibuku Ibu-ibu merupakan film komedi terbaru yang menampilkan trio komika yakni Rigen Rakelna, Hifdzi Khoir, dan Ananta Rispo. Ketiga komika itu jadi pemeran utama di bawah arahan sutradara Monty Tiwa. GJLS: Ibuku Ibu-ibu mengisahkan tiga kakak beradik yang menghadapi ujian bersama saat ayah mereka ingin menikah lagi setelah ibu meninggal dunia. Rigen (Rigen Rakelna), Hifdzi (Hifdzi Khoir), dan Rispo (Ananta Rispo) adalah kakak beradik yang tengah menghadapi kebuntuan dalam hidup. Meski sudah dewasa, mereka belum benar-benar dapat hidup mandiri karena berbagai persoalan pribadi. Hifdzi yang berprofesi sebagai pembawa acara/MC orkes dangdut membutuhkan uang supaya bisa menikah dengan pacarnya. Rigen yang bekerja menjadi pawang hujan juga harus mengganti mobil kliennya yang hilang. Kemudian, Rispo terjerat pinjaman online dan diburu debt collector karena kecanduan judi online. Masalah itu membuat mereka menggantungkan nasibnya ke sang ayah, Tyo (Bucek), yang notabene juragan kosan. Namun, Tyo masih terpuruk sejak kematian istrinya beberapa waktu lalu.
KELUARGA SUPER IRIT
Salah satu film terbaru karya anak bangsa adalah Keluarga Super Irit. Film ini merupakan adaptasi dari komik populer asal Korea Selatan karya Yim Chang Ho, dan mengusung genre drama komedi. Ceritanya berfokus pada lika-liku sebuah keluarga yang belajar hidup hemat di tengah tekanan ekonomi, dengan sentuhan humor yang menghangatkan. Disutradarai oleh Danial Rifky, Keluarga Super Irit menghadirkan keluarga Dwi Sasono sebagai pemeran utama. Danial mengaku memilih keluarga Dwi Sasono sebagai pemain dalam film ini karena terinspirasi dari kehidupan nyata mereka yang dinilai memiliki banyak kesamaan dengan karakter-karakter dalam cerita. Keluarga Super Irit mengikuti kisah tentang keluarga Sukaharta yang terdiri dari Toni Sukaharta, Linda, dan ketiga anaknya, yakni Sally, Billy, dan Kenny. Mereka menerapkan gaya hidup frugal living —gaya hidup hemat tingkat ekstrem—yang sering kali tak masuk akal. Mulai dari menagih uang parkir di kantor kecamatan, makan gratis di hajatan orang tak dikenal, memakai WiFi milik tetangga, hingga menjatah air untuk mencuci. Semua dilakukan atas nama efisiensi. Meski begitu, keluarga ini menjalani hidup dengan bahagia.
HOW TO TRAIN YOUR DRAGON
Film adaptasi live-action ‘How to Train Your Dragon’ 2025 disutradarai oleh Dean DeBlois. Menceritakan aksi putra kepala suku Viking, Hiccup, yang berani menentang tradisi membunuh naga di Berk. ‘How to Train Your Dragon’ mengangkat cerita tentang persahabatan seorang remaja bernama Hiccup Horrendous Haddock III dan seekor naga langka. Hiccup berasal dari suku Viking di Pulau Berk yang dikenal berkonflik dengan naga. Sebagai putra kepala suku, Stock the Vast, Hiccup diharapkan dapat membunuh naga-naga yang mengancam keselamatan kampung halamannya. Namun, berbeda dari Vikings lainnya, Hiccup tumbuh cerdas dan penuh rasa ingin tahu. Saat berhasil menjebak seekor naga langka yang merupakan Night Fury, Hiccup justru menyembunyikan dan merawatnya diam-diam. Hiccup bahkan memberi naga tersebut sebuah nama “Toothless” karena tidak memiliki gigi yang tampak. Aksi menentang tradisi turun-temurun suku tersebut membuka mata para Vikings agar tidak lagi memusuhi naga. Seiring berjalannya waktu, Hiccup dan Toothless mewujudkan perdamaian dan melawan ancaman kuno yang muncul.
GAZA
Film Gaza, karya terbaru rumah produksi Warna Pictures menghadirkan film bergenre drama keluarga yang mengangkat isu perjuangan rakyat Palestina. Film Gaza ini menceritakan tentang sebuah kisah tentang rindu dan kehilangan. Abdullah Gaza (Azamy Syauqi) atau biasa dipanggil Gaza adalah bocah yatim piatu. Ayahnya seorang relawan kemanusiaan meninggal dunia sekembalinya dari Palestina. Sejak kematian Ayahnya, Gaza dititipkan di rumah panti yang dikelola Ustazah Dewi (Oki Setiana Dewi) dan adiknya Rafah Shafira (Cut Syifa). Di sana Gaza bertemu dengan Hayya (Amna Shahab) gadis kecil asal Palestina yang telah empat tahun tinggal dan berusaha mencari kedamaian di negeri ini. Genosida di Palestina membuat Hayya urung dipulangkan ke tanah kelahirannya. Di rumah panti, lambat laun hubungan Gaza dan Hayya pun menjadi dekat. Bagi Hayya kehadiran Gaza layaknya pengobat rindu, mengingat namanya mirip dengan tanah kelahirannya. Kehidupan mereka pun kembali ceria, saling mengisi satu sama lain, hingga suatu peristiwa buruk, kembali mengintai, dan mengancam nyawa mereka. Apa yang akan terjadi pada Gaza dan Hayya ??
JALAN PULANG
Leo Pictures mempersembahkan sebuah film horor bertajuk Jalan Pulang yang dipastikan akan menarik perhatian. Film ini menjadi spesial karena menggandeng tiga artis kenamaan yang dikenal sebagai ratu horor Indonesia, yakni Luna Maya, Taskya Namya, dan Shareefa Daanish. Disutradarai oleh Jeropoint, sosok kreatif yang dikenal melalui thread-thread horor populernya di platform X. Dengan pengalaman Jeropoint dalam membangun suasana mencekam melalui tulisan, film ini mampu menghadirkan ketegangan baru di layar lebar. Jalan Pulang mengisahkan tentang Lastini (diperankan oleh Luna Maya) yang harus menghadapi duka mendalam atas kehilangan suaminya, Edward (diperankan Edward Manalu), yang menghilang secara misterius. Kesedihan Lastini semakin bertambah ketika putrinya, Arum (diperankan oleh Saskia Chadwick), jatuh sakit dengan kondisi yang tak lazim. Lastini yakin bahwa penyakit Arum bukanlah penyakit biasa, melainkan ada campur tangan kekuatan gaib yang membuatnya sulit disembuhkan. Tak sendiri, Lastini dibantu oleh kedua anaknya yang lain, Lia (Taskya Namya) dan Rama (Raffan Al Aryan). Mereka mencari pertolongan dari berbagai dukun demi mengobati Arum. Namun, usaha mereka bukannya membuahkan hasil, malah membawa mereka pada situasi yang lebih berbahaya. Kekuatan gaib yang mengancam Arum semakin kuat, membuat keluarga Lastini harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa sang gadis kecil.
