
MetropostNews.com, Lebak — Viralnya kisah mobil Ambulance pembawa pasien yang terhalang mobil Truck pembawa tanah di Media Sosial (Medsos) beberapa hari ini, sehingga menyebabkan pasien yang dibawanya meninggal dunia.
Video viral di media sosial tersebut dikabarkan terjadi di Jalan raya Maja- Koleang,tepatnya di Desa Sangiang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.
Diketahui, pasien yang di dalam ambulans tersebut bernama Kiai Haji Muhammad Jamaludin (Kiai Jamal). Almarhum merupakan ulama besar di Kampung Parungpung, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja. Almarhum K.H. Jamaludin juga diketahui sebagai pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) dan memiliki ratusan santri.
Istri Almarhum Kiai Haji Jamaludin, yaitu Hj. Tuti, menegaskan kehebohan terkait ambulans yang terhalang truk tanah itu adalah benar adanya.
Menurutnya, kejadian tersebut terjadi di Kampung Cibedil. Saat kejadian, ambulans yang ditumpanginya tidak bisa melanjutkan perjalanannya menuju Puskesmas Maja karena terhalang truk tanah yang sedang ngetem sembarangan.
“Dum truck tanah itu tidak mau mengalah, meskipun sirine mobil sudah dibunyikan, bahkan beberapa kali diberikan kode dengan terus membunyikan klakson mobil. Kemudian sopir ambulans yang bernama Ali, keluar dan membuka pintu belakang untuk mengambil video, mungkin tujuan sopir ambulans mau kasih tahu bahwa pasien yang dibawanya sedang darurat, namun para sopir Dump truck pengangkut tanah itu tidak mengacuhkannya samasekali.” terang Hj. Tuti kepada awak media saat ditemui di rumahnya, Senin (15/11/2021).
Hj Tuti mengaku ikhlas dengan kepergian suami tercintanya, karena menurutnya itu takdir dan sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT.
Untuk itu, dirinya tidak menyalahkan siapa pun atas hal tersebut. Namun demikian, Hj Tuti meminta kepada para sopir truk tanah agar punya hati nurani dan mau mengalah ketika ada ambulans yang membawa pasien melintas.
“Wayahna mun aya mobil ambulans rek lewat mah minggir.” Pungkasnya. (Tolong kalau ada mobil ambulans yang mau lewat minggir_red). Hj.Tuti berharap semoga hal ini tidak pernah terulang kembali. (@Goest).

