METROPOSTNews.com | Indramayu — Miris sekali progam pemberdayaan untuk masyarakat desa arahan kidul kecamatan arahan kabupaten Indramayu kompak menjual ternak itik/bebek. Yang seharusnya dikembangbiakkan untuk kesejahteraan masyarakat malah ramai-ramai dijual.
Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera P2WKSS Adalah sebuah program dari Dinas peternakan untuk Pemberdayaan masyarakat.

Metropostnews menelusuri keberadaan warga yang masih memelihara itik/bebek bantuan dari dinas peternakan, yang masih ada dan tidak dijual kini tersisa 40 ekor.
Saat dimintai keterangan, warga arahan yang menerima bantuan inisial T membeberkan semuanya, “Alhamdulilah pak bebek saya masih ada 40 ekor semuanya dapat 50 ekor bebek, yang dua mati yang delapan hilang, tapi ya alhamdulilah masih sisa, inikan bantuan untuk kita apalagi saya udah tua kalau tidak memelihara bebek dari mana kita makan, itu penghasilan kita se hari-harinya lumayan tiap hari bertelur terus telurnya dijual, kalau yang lain sih dijual semua, waktu bantuan bebek turun belum sehari seketika itu juga udah ditawarkan dan dijual, soalnya bantuan bebek tersebut dibagi berapa orang untuk desa arahan kidul karena bantuan bebek tersebut lebih dari 1000 ekor” jelasnya.
Ditambahkannya, yang dapat bantuan itu satu blok rumahnya dekat pa RW dan pa Lebe juga RT tentunya masih ada ikatan saudara jadi semua yang dapat, terus mereka menjual per ekornya ada yang 30 ribu ada yang 40 ribu, “yang tahu permasalahan bebek dijual ada dari pemerintah desa Arahan Kidul pamongnya seperti lurah, Lebe, RW dan RT dia sama pada dapat bantuan” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Arahan Kidul, Jabrik saat diminta komentar via telpon ia tidak mengakui menjual ternak bebek “Benar pak saya juga dapat bantuan 50 ekor sekarang tinggal 26 ekor karena ada yang mati ada yang dimakan binatang, kalau dijual sih itu tidak benar malah saya beli lagi di desa Pecuk,” Kata lurah.
“Emang benar sih yang lain pada dijual tidak tahu kemana dijualnya” sahut istrinya.
Kabid dinas peternakan, Anang Rusmana saat dihubungi via whatsapp tidak memberikan jawaban terkait bantuan ternak bebek, ia hanya bertanya “desa mana aja” begitu juga dengan seksi kesehatan hewan dinas peternakan Indramayu Dian Daju yang tak membalas sa’at dimintai keterangan. (MT jahol)