
METROPOSTNews.com | Indramayu – Sebelumnya kelompok ternak Ilir kidul desa Lelea kecamatan Lelea kabupaten Indramayu sempat menolak disebut menjual ternak sapi bantuan dari aspirasi partai dikutip, dari pernyataan ketua kelompok Ilir kidul, Kasno, dari pemberitaan sebelumnya.
“Selama saya menjadi ketua kelompok tani ternak bantuan sapi ini, saya sudah serahkan semuanya ke anggota satupun saya engga punya, saya berjuang untuk membantu petani biar anggota aja yang mendapatkan bantuan tersebut saya merasa bangga bisa membantu untuk menambah ekonomi dan bisa mensejahterakan kelompok ternak” ujar Kasno.
“Karena anggota ternak sudah putus asa dengan alasan selama memelihara sapinya kurang lebih hampir 19 bulan dalam pengurusan, sapi juga belum ada perkembangan sampe hamil, jadi kita dan anggota kelompok sudah putus asa karena satu faktor pakan tiap hari satu anggota peternak pengeluarannya hampir 50 ribu dan itu dianggap merasa rugi, jadi anggota kelompok ternak pengen menjual sapi tersebut. Jadi kami sebagai ketua kelompok menyarankan boleh dijual tapi harus ada penggantinya walau sapi kecil untuk menutupi pengganti cost yang kemarin selama 1 tahun 7 bulan selama dipelihara” lanjutnya.
Anggota petani ternak selalu resah, yang tadinya ada kesepakatan dari salah satu anggota kelompok bahwa setelah dijual harus ada penggantinya, namun akhirnya perjanjian meleset setelah dijual.
Adanya salah satu anggota angkat tangan, dan dia tidak sanggup dan minta uang pengganti selama mengurus sapi tersebut. ” Saya sebagai ketua kelompok kecewa tapi harus berbuat apa, akhirnya tanpa ada rembuk atau tak ada laporan lagi, anggota lain juga ikut menjual sapi tersebut. Saya mau ngomong apa memang saya ketua pertanggung jawaban ada di saya tapi kalau semua anggota engga sanggup dan angkat tangan mau gimana lagi” papar Kasno.
“Dia yang ngurus sapi dan juga nuntut kerugian selama mengurus sapi, malah minta kerugian bahasanya. Dan hasil penjualan uangnya di anggota semua”.
“Dan saya udah lapor ke dinas terkait tentang permasalahan ini. Dan tetep pertanggungjawaban ada di saya sebagai ketua kelompok karena saya tetep sebagai ketua kelompok harus gimana caranya sapi tersebut harus ada dan dikembangbiakkan lagi” ungkapnya.
Pada tanggal 29/01/22 metropost sempat sms lewat WhatsApp juga sempat menemui ketua kelompoknya Kasno, ini jawabannya.
“Sebenernya tujuan media tuh apa..misi kan sudah berhasil sudah mencemarkan nama baik saya…terus mau apa lagi…hidup saya bukan cari musuh tapi cari saudara, kalau media hanya cari musuh buat apa menghubungi saya.. apa gak ada perkara lain tah yang bisa diangkat di media”
“Apa ga kasihan sebuah kelompok kecil yang sudah dibantu pemerintah yang sudah dijalankan tapi meleset diluar perkiraan sudah jatuh diangkat pula, anggota ternak sudah rugi kang apa yang perlu diangkat. Tapi terserah tergantung hati nurani media itu sendiri punya hak juga tapi jangan mencemarkan nama baik
Kalau tujuannya mau menyerang ya ke dinas peternakan saja tinggal langsung kemaren kita kan udah ngobrol udah jelas duduk permasalahannya..saya yang jadi korban” ujar kasno

