METROPOST1.COM, Taliabu — Sudah menjadi langganan, genangan air di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Taliabu Barat, terus terjadi sepenjang masa.
Kondisi yang semakin parah ini, mendapat sorotan keras dari anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Komisi IV Provinsi Maluku Utara (Malut) Rabu (10/11/2021).
Pasalnya, dua lembaga Pendidikan Menengah Atas tersebut terus terjadi genangan air, terutama di halaman utama sekolah yang selalu dijadikan tempat upacara bendera.

Bahkan jika hujan lebat melanda daerah setempat, para guru mengambil keputusan untuk meliburkan siswa-siswi di dua sekola itu, dikarenakan genangan air juga meluap masuk ke dalam ruangan belajar mengajar.
Kondisi bangunan dua sekolah yang letaknya berdampingan itu mengalami nasib yang sama setiap tahun, terutama pada musim hujan.
Meski berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah untuk meminimalisir genangan air tersebut, yakni sekolah mengambil kebijakan untuk menimbun menggunakan material tanah dan pasir, namun upaya pihak sekolah terkesan sia sia, air tetap meluap seperti biasanya.
“Kita tetap berupaya mengatasi genangan yang tak kunjung surut. Saya sudah pernah timbun hingga 60 dump truk, tetapi sama saja tidak ada perubahan, halaman masih tetap tergenang,” ujar La Ode Sarantio, Kepala SMK Negeri 1 kepada pewarta beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Malik Sillia, angkat bicara, mengenai sarana dan prasarana sekolah SMA/SMK di Kabupaten Pulau Taliabu yang tidak dapat diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi.
Mantan ketua IMM kota Ternate itu mengatakan, hampir seluruh SMA/SMK di Taliabu saat ini sangat memprihatinkan, dari aspek sarana maupun prasarana.
Kata dia, kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, perlu ada perhatian serius Pemerintah Provinsi untuk mempercepat penanganan sejumlah sekolah di Taliabu, terutama dibawah kendali Pemerintah Provinsi.
“SMA/SMK di Kabupaten Pulau Taliabu, dari aspek sarana prasarananya sangat tidak mendukung. Hal itu nanti terpengaruh terhadap proses belajar mengajar, sehingga itu, penting Dinas Pendidikan mengambil langkah secepatnya untuk melihat seluruh kebutuhan sekolah yang ada di Pulau Taliabu,” Ungkap Malik.
Menurutnya, genangan Air yang terjadi di SMA maupun SMK Negeri 1 Taliabu saat ini merupakan suatu masalah yang sangat miris, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu proses belajar di kelas saja, melainkan cukup berimbas terhadap kesehatan siswa maupun para guru.
Untuk itu, lanjut Malik, sebagai anggota komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara, dirinya meminta kepada Pemprov Malut dalam hal ini Dinas Pendidikan Maluku Utara, agar tidak tinggal diam terhadap kebutuhan pembangunan di sekolah SMA dan SMK yang menjadi kewajiban Provinsi.
“Saya berkewajiban nanti di komisi IV, terus mengingatkan Dinas Pendidikan Provinsi Malut, untuk mempercepat pembangunan sarana dan prasarana khusunya untuk SMA dan SMK,”pungkasnya. (Ihky)