
METROPOSTNews.com | Banten – Ramainya pemberitaan terkait dugaan adanya masalah anggaran makan para satgas BPBD Propinsi Banten beberapa hari kemarin mendapat sorotan dari berbagai kalangan aktivis.
Kali ini Direktur Aliansi Jurnalis Banten sangat menyayangkan atas carut marutnya anggaran makan para Satgas yang dipersiapkan untuk cegah tanggap terhadap bencana di Propinsi Banten.
Menurut Suparman U junaidi seharusnya pemerintah propinsi Banten harus lebih memperhatikan para satgas tersebut,baik dari segi kesehatan,makanannya,agar kondisi mereka fit dan selalu siap siaga disaat ada bencana,”Pj Gubernur Banten Al mutabar pernah berjanji akan membemahi daerah-daerah yang terdampak banjir di propinsi Banten ini,”Saya ingat betul waktu itu saya bertemu dan beliau (al mutabar) memgatakan demikian,”tutir Suoarman.
,”kalau keadaan satgasny begini bagaiman mau membenahi daerah yang terdampak banjir,jikalau hanya mengurus makan 70 satgas saja sudah melehoy dan dugaan ada potongan,ya artinya program PJ gubermur Banten ini tidak seiring sejalan dengan BPBDnya,”PJnharus membenahi dahulu managemen BPBD apabila ingin membenahi daerah yang terdampak banjir,”mau ngebenahi terus itu tugasnya BPBD,apabila satgasnya kelaparan,emang bisa mereka kerja,yang ada masuk angin dong,”urai suparman.
Ditambahkan lagi oleh suparman bahwa dalam waktu dekat kami Aliansi Jurnalis Banten akan melakukan audiensi ke PJ gubermur Banten dan Ketua DPRD Banten,”ya kami akan audiensi agar dapat duduk bareng bersama dan menanyakan hal yang terjadi di BPBD Banten ini,”tegas Suparman U Junaedi pada wartawan
,”ya kita harus pake hati nuranilah,soal dugaan makan saja sampe di potong ya itu keterlaluanlah,saya rasa masih banyak rezeki dari pada mengurai porsi makan para satgas tersebut,”kata suparman
Sekitar 70-an Anggota Satuan Tugas (Satgas) BPBD Provinsi Banten bertugas siaga siang malam mengantipasi bencana banjir, longsor dan bencana alam lainnya. Sebagai Satgas yang dibentuk dengan APBD Provinsi Banten selalu menjadi garda terdepan turun membantu korban bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Propinsi Banten.
Ironisnya, Satgas itu tidak mendapatkan jaminan kesejahteraan dengan beban tugas yang diwajibkan. Belum lagi setiap ganti pemimpin ganti juga aturan. Padahal para Satgas itu wajib piket 24 jam, dengan siaga 18 personil. “Tapi sudah berapa lama kami tidak dapat dan katanya mau di ganti dengan uang Rp15 ribu perorang/ Tapi itu boong. Sekarang kami hanya dapat nasi kotak setiap pagi. Untuk siang dan malam kami sekarang tidak dapat,” kata anggota Satgas BPBD
Para Satgas itupun memohon agar namanya jangan di tulis sebab kalau di tulis dia pasti bakalan kena pecat, “Dulu waktu jaman pak Kusumayadi kami dapat perhatian. Contohnya makan, meski tidak ada anggaran tapi tiap minggu kami ada jatah makannya,” urainya, sambil membuka nasi kota pagi berisi laut telur
Kepala BPBD Propinsi Banten Nana, saat di komfirmasi terkait hal tersebut menyatakan bahwa dirinya akan merespon jawaban jika diberitahu nama nama Satgas yang protes tersebut. “Wa’alaikumussalam wrwb. Baik, akan saya jawab setelah saya diberi tau nama satgas nya yah. Apakah yang bersangkutan mewakili dari 70 orang satgas itu atau hanya secara personal, trmksh,” jawab Nana kepala BPBD Banten pada wartawan via watshapp.
Nana menjelaskan bahwa Hak satgas sesuai kontrak adalah menerima honor bulanan dengan kali rupiah tercantum, jadi kalau extrafooding jadi masalah akan dipertimbangkan untuk tidak diberikan lagi. Nana menyebutkan justru saat dirinya memimpin BPBD Banten ada anggaran Rp15 ribu untuk Satgas.
Terkait uang diganti nasi kotak, coba tanyak kepada PPTKnya. “Iya kang, dari beberapa lama memang baru Tahun ini dapat. Sebelunya dan sebelum saya di BPBD mungkin mereka belum dapat. Soal adanya potongan dan diganti nasi kotak Silahkan tanya langsung ke PPTKnya yah,nuhun,” tambahnya.(suryadi)

