
MetropostNews.com | LEBAK – Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, berharap program revitalisasi satuan pendidikan dapat berlanjut pada 2027 untuk memperluas jangkauan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, khususnya di Kabupaten Lebak, Banten.
Harapan tersebut disampaikan Adde Rosi saat menghadiri Workshop Pendidikan bertema “Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam Mendukung Sarana dan Prasarana Sekolah” yang digelar di Hotel Grand Keisha, Rangkasbitung, Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Adde Rosi menyoroti kondisi sejumlah sekolah di Kabupaten Lebak yang masih membutuhkan perbaikan, mulai dari kategori kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Menurutnya, program revitalisasi menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung ketersediaan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
“Mengingat di Kabupaten Lebak masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, melalui program revitalisasi ini sekolah yang membutuhkan perbaikan diharapkan dapat segera ditangani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran, tetapi juga perlu didukung kondisi bangunan serta fasilitas sekolah yang memadai. Lingkungan pendidikan yang layak diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi siswa dan tenaga pendidik.
Adde Rosi menyebutkan, program revitalisasi satuan pendidikan yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto telah berjalan sejak 2025 dan diharapkan berlanjut pada 2027. Program tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain keberlanjutan program, ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan revitalisasi secara swakelola oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, setiap tahapan pekerjaan harus mengikuti aturan pemerintah dan petunjuk teknis kementerian terkait agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan serta kebutuhan sekolah.
“Semua sudah ada aturannya dari pemerintah dan kementerian pendidikan. Tolong dijalankan sesuai ketentuan agar kebutuhan sarana dan prasarana sekolah benar-benar terpenuhi,” tegasnya.
Adde Rosi berharap keberlanjutan program revitalisasi dapat mempercepat pembenahan infrastruktur pendidikan, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Adde Rosi terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Lebak.
Doddy mengatakan, program revitalisasi diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kelayakan fasilitas pendidikan. Ia juga menyampaikan bahwa tingkat kerusakan sekolah di Kabupaten Lebak mulai menunjukkan penurunan.
“Alhamdulillah, tingkat kerusakan sekolah di Lebak sudah mulai berkurang. Mudah-mudahan melalui program ini, fasilitas pendidikan di Kabupaten Lebak semakin baik dan mampu menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal,” ungkapnya.
Keberlanjutan program revitalisasi pada 2027 diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi generasi mendatang.
Meski demikian, realisasi program pada tahun mendatang tetap bergantung pada kebijakan pemerintah dan ketentuan anggaran yang berlaku. (Ajat)

