MetropostNews.com | Indramayu – Sebanyak 64 narapidana Lapas Kelas IIB Indramayu, Jawa Barat, diduga mengidap tuberkulosis (TBC).
Dugaan itu muncul setelah pemeriksaan rontgen skrining TBC terhadap 650 warga binaan selama 13–15 Oktober 2025.
“Hari pertama dan kedua ditemukan 48 orang, dan di hari terakhir 16 orang. Ini masih dugaan dari hasil pemeriksaan fisik dan rontgen,” kata Kepala Lapas Indramayu, Fery Berthoni, Rabu (15/10/2025).
Untuk memastikan hasil, petugas akan melakukan Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan mengambil sampel dahak dari warga binaan yang diduga terinfeksi.
“Untuk sementara mereka kami minta memakai masker sampai hasil keluar,” ujar Fery.
Skrining dilakukan bekerja sama dengan Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Indramayu, Puskesmas Plumbon, dan PT Cito Putra Utama.
Sebagai antisipasi, lapas menyiapkan dua ruang isolasi dan bekerja sama dengan Puskesmas Plumbon untuk pengobatan berkelanjutan selama enam bulan.
Sementara itu, Korlap Tim PT Cito Putra Utama, Yeni Eri Krisnawati, menyebut 64 warga binaan itu masih berstatus terduga TBC.
“Hasil pasti menunggu uji TCM. Kalau positif, pengobatan harus rutin setiap hari selama enam bulan,” kata Yeni.
Ia menilai fasilitas klinik dan ruang isolasi di Lapas Indramayu sudah memadai untuk mendukung proses pengobatan. (Arrie tharina)