
METROPOSTNews.com | Lebak – Diskominfo Kabupaten Lebak mendorong agar 20 desa di Lebak yang sudah ditetapkan sebagai smart village atau desa cerdas oleh kementerian untuk menyajikan data berbasis elektronik.
Kepala Diskominfo Lebak Doddy Irawan mengatakan, smart village menurut sisi pandang Diskominfo bisa dimulai dengan menyajikan data yang mudah dilihat atau diakses oleh masyarakat kapan dan di mana pun. Sehingga, masyarakat akan mudah untuk melihat dan mengakses informasi desanya.
“Misalnya gambaran geografi, topografi, dan demografi desa tidak lagi dipampang manual tetapi bisa disajikan dalam media elektronik atau melalui website,” kata Doddy kepada wartawan, selasa (12/04/2022).
Lanjutnya, dengan pemanfaatan teknologi informasi, data-data yang dibutuhkan bisa dengan mudah dicari. Salah satunya berkaitan dengan data masyarakat tidak mampu sebagai penerima bantuan pemerintah atau data tempat wisata yang ada di desa setempat.
Namun, lanjut Doddy lagi, konsep smart village tidak melulu berbicara pemanfaatan teknologi, namun bagaimana pemahaman masyarakat di desa tersebut.
“Seperti terkait dengan pengelolaan sampah, hutan dan lain-lain. Misalnya, tidak ada lagi yang merusak hutan, atau membuang sampahnya sudah tidak lagi sembarangan, kan itu artinya sudah smart,” ujar Doddy.
Sementara itu, Kepada Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Lebak, Babay Imroni menambahkan, adapun 20 desa di Lebak yang ditetapkan sebagai Desa Cerdas oleh Kemendes PDTT berada di 7 kecamatan diantaranya Kecamatan Cilograng satu desa, Cikulur tiga desa, Bayah satu desa, Rangkasbitung dua desa, Warunggunung enam desa, Cibadak empat desa dan Kecamatan Kalanganyar tiga desa.
“Kami harap 20 desa ini dapat mendorong desa lainnya untuk desa lainya menjadi Desa yang smart village diberbagai bidang,” ucapnya. (Ajat)

