
METROPOSTNews.com | Tangerang – Sebuah VN (Voice Note) yang dinilai menghina profesi wartawan beredar di beberapa group whatsapp, diketahui bahwa pemilik suara dalan VN tersebut adalah Kades Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Tumpang Sugian. Tak ayal hal tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai pihak.
Bagaimana tidak, pernyataan dalam VN (Voice Note) yang beredar tersebut dengan jelas menyebutkan profesi wartawan dan LSM secara gamblang dengan kalimat yang tidak patut untuk diucapkan.
Suryadi, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan serta Hukum dan HAM PWI Provinsi Banten yang juga Pemred Metropostnews.com, ikut mengecam atas kelakar tidak pantas yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa melalui VN yang beredar tersebut.
“Ini sebuah bentuk ketidak pahaman seorang oknum Kades tentang profesi wartawan yang akhirnya justru menghina profesi itu sendiri. Bukti sebuah kegagalan” tegas Suryadi.
Pemred Metropostnews ini juga menyebutkan bahwa seharusnya seorang kades paham bahwa wartawan adalah pilar Demokrasi, profesi yang dilindungi oleh Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Wartawan adalah pilar demokrasi, seharusnya seseorang pejabat pemerintahan yang menganut demokrasi paham betul apa itu demokrasi” ucapnya.
Bukan hanya itu, Suryadi juga mempertanyakan pendidikan seperti apa yang dimaksud LTS dalam VN (Voice Note) yang beredar tersebut sehingga kades Wanakarta ini memiliki mindset seperti itu.
“Ini dimana yang salah sampai-sampai kades Wanakarta ini memiliki mindset seperti itu. Pemkab dalam hal ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Tangerang harus mengambil sikap” tegas Suryadi.
Berikut adalah voice note dari kades Wanakerta yang tersebar di group whatsapp. Kepala desa angkatan tanggal 10 bulan 10 bukan kades kaleng-kaleng, tapi kepala desa baja full, baja asli Krakatau steel, wartawan LSM lewat, mau 50 ribu dikasihin amplop silahkan, kalau tidak saya tunjuk ketika saya lagi dididik di Pusdikif Cimahi Bandung, jangan macam-macam LSM dan wartawan ke LTS.
Belakangan diketahui bahwa setelah VN tersebut viral dan mendapatkan kecaman dari banyak pihak, LTS akhirnya membuat sebuah VN yang berisi permintaan maaf. (Aditya)


