
Metropostnews.com/Lebak – Tiga ruangan kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar- Ribathiyah Cikulur Kabupaten Lebak, roboh akibat bencana tanah bergerak. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Kepala Mts Ar Ribathiyah, Nasrudin mengatakan, puncak kejadian robohnya ketiga bangunan di madrasah yang ia kelola tersebut terjadi pada hari Minggu dini hari. Kata dia, sebelum roboh juga, ketiga ruangan itu sedikit sedikit mengalami keretakan diakibatkan pergerakan tanah.
“Bangunan ruangan yang roboh itu terjadi Minggu dinihari setelah curah hujan cenderung meningkat,” kata Nasrudin di Cikulur, Selasa (01/03/2022).
Masih katanya, kerugian material akibat tiga ruangan kelas roboh diperkirakan Rp300 juta, namun saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) 35 persen pertemuan tatap muka ( PTM ) dan sisanya dengan sistem dalam jaringan (daring).
Dampak tiga kelas roboh itu, Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah, karena siswa yang belajar di MTs setara SLTP 315 siswa dan Madrasah Aliyah (MA) setara SLTA 60 siswa.
Kehadiran MTs Ar Ribathiyah yang dibangun 1983-an hingga meluluskan ribuan siswa dan mereka di antara alumninya menjadi seorang PNS, TNI, Polri, legislatif, ulama hingga pengusaha.
“Semua siswa di sini gratis tanpa biaya, karena ingin membangun pendidikan di pedalaman Lebak agar memiliki sumber daya manusia (SDM) untuk kemajuan bangsa,” ujar Nasrudin.
Menurut dia, saat ini, kondisi ruangan kelas digaris polisi agar masyarakat maupun siswa dilarang memasuki kawasan MTs Ar-Ribathiyah karena khawatir tergerus longsor akibat pergerakan tanah.
Bahkan, warga di sini sudah empat hari terakhir ini mengungsi di tenda yang didirikan oleh relawan tagana Kabupaten Lebak.
“Kami berharap ruangan kelas yang roboh itu bisa kembali dibangun, ” ungkap Nasrudin.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lebak, H Badrusalam mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan ke lokasi sekolah MTs Ar-Ribathiyah Cikulur kondisinya roboh tiga ruangan kelas. (Hasanudin)
“Kami mengusulkan kepada Kementerian Agama Pusat untuk mendapatkan pembangunan,” katanya menjelaskan. (Jat)
