
METROPOST1.COM, Cilegon — Artis Raffi Ahmad dikabarkan mengakuisisi klub Liga 2, Cilegon United. Dalam beberapa hari terakhir rumor ini memang sudah ramai dibicarakan.
Bertambah lagi public figure Indonesia yang menjadi pemilik klub sepak bola. Sebelumnya ada Kaesang Pangarep, anak bungsu dari Presiden RI Joko Widodo, yang membeli saham mayoritas Persis Solo. Kini giliran Raffi Ahmad membeli Cilegon United.
Awalnya Sekretaris Umum Cilegon United, Henri Arifianto, menegaskan adanya pertemuan hanya sebatas membahas rencana fun football melawan Selebritis FC.
Namun demikian, unggahan terbaru Raffi Ahmad bersama Yudhi dan pengusaha mobil mewah, Rudy Salim, dan Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Donny Oskaria, memegang map berlogo klub Cilegon United jadi isyarat akuisisi klub.
“Mohon doanya….. Bismillah,” tulis Raffi Ahmad dalam keterangan foto bersama bos Cilegon United tersebut.
Cilegon United saat ini bersaing di Liga 2 zona barat. Klub berjuluk The Volcano ini berbasis di Kota Cilegon menggunakan Stadion Krakatau Steel yang berkapasitas 5.000 orang.
Pada musim 2019, Cilegon United berada di papan tengah Liga 2 dengan raihan 31 poin dari 22 pertandingan. Klub yang dilatih Bambang Nurdiansyah ini menempati peringkat ketujuh klasemen akhir dan kini bernama RANS CILEGON FC.
Pengamat sepakbola, Anton Sanjoyo, menilai kabar selebritas mengakuisisi klub Liga 2, sebagai fenomena positif yang akan memberikan perubahan lebih baik bagi masa depan sepak bola Indonesia.
“Raffi kan sudah punya popularitas, sudah kaya juga. Manfaatkan popularitas untuk kembangkan klub, cari sponsor,” kata Anton, di Jakarta, Senin.
Kabar Raffi membeli Cilegon United FC diunggah pada akun Instagram Raffi dengan nama @raffinagita1717, Minggu (28/3), yang memamerkan foto pesohor tersebut bersama Presiden Cilegon United Yudi Apriyanto.
Tidak banyak keterangan yang ditulis Raffi menyertai foto tersebut. Namun disambut sejumlah dukungan dari artis dan pelaku sepak bola nasional di kolom komentar. Anton menduga Raffi memanfaatkan energi luar biasanya untuk membeli klub karena memang benar-benar tertarik mengembangkan sepak bola Indonesia dengan membeli klub Liga 2.
Sebab, diakuinya, sepak bola memang memiliki daya tarik yang luar biasa sehingga banyak juga orang membeli klub sepak bola dengan tujuan berbeda, seperti mencari popularitas, dan sebagainya.
“Sebenarnya kalau soal membeli klub, asal punya uang, bisa saja. Tetapi, yang penting mau enggak mereka mencurahkan perhatian untuk pembinaan pemain usia muda, pengembangan wasit, dan sebagainya?” ujarnya.
(Dri)


