
METROPOSTNews.com | Nama Tante Lucy diambil dari ‘Lucifer’, dan kenapa ‘Tante’? Simple, biar lucu dan gampang diinget.
Marko Wijayanto, founder sekaligus vokalis dari Tante Lucy ini berasal dari skena Grunge. Ia pernah berada di beberapa band Grunge, antara lain seperti Marigold, Koma, hingga Koma Hitam, dan kini ia membentuk Tante Lucy yang jauh dari Grunge.
Awal terbentuknya Tante Lucy adalah ketika Marko merasa jenuh di Koma Hitam karena bassist-nya pada saat itu adalah orang yang super sibuk, ia adalah MC kondang, Mister Agung ‘Gele’ Yulianto. Selain sibuk dengan kegiattan MC-nya, Gele ini juga sibuk dengan band-nya yang lain, dan hal itu membuat Marko memutuskan untuk membentuk band baru, yaitu Tante Lucy.
Reza Zulhamsyah, adalah personel pertama yang direkrut Marko. Posisinya sebagai bassist, sedangkan Marko memegang gitar dan vokal.
Reza ini adalah personel yang jauh dari skena musik Metal, atau Grunge, atau Hardcore. Sebenarnya, Reza adalah orang yang sangat menyukai musik Funk/Rock, seperti Red Hot Chili Peppers, Limp Bizkit, Level 42 dan lain sebagainya. Dan dengan adanya seorang seperti Reza ini, akan mampu membuat music Tante Lucy lebih berwarna.
Setelah berhasil mendapatkan posisi pada bass, Marko merekrut Andi. Seorang drummer yang besar di skena musik Grunge. Kemudian Marko mengajak Stanley Hardjadinata untuk mengisi posisi gitar di Tante Lucy. Stanley adalah salah satu gitaris ‘bahaya’. Ia pernah berada di salah satu band legendaris, Getah, selain itu ia juga punya pengalaman bermusik di Negeri Paman Sam. Basic music dari Stanley ini adalah Metal, seperti Sepultura, Suicidal Tendencies, Slayer, bahkan sampai Slipknot.
Namun sayangnya, datangnya Stanley membuat Marko melepaskan gitarnya dan ingin fokus di vokal.
Marko, Stanley, Reza, dan Andi adalah formasi pertama dari Tante Lucy. Sempat bermain di 3 acara, di Galdiator bekasi, studio taman kemang dan di Blok M Square.
2 Minggu sebelum Tante Lucy manggung di Fairway Cafe, Bogor, acara launching single dari band Roots, sang drummer, Andi mendadak memutuskan hengkang dari band karena ingin fokus bekerja dan mengurus keluarganya.
Cabutnya Andi dari Tante Lucy membuat Marko semakin niat untuk mengajak Osel (drummer Koma Hitam, band Marko sebelumnya).
Osel adalah personel yang paling ‘cilik’ di antara yang lainnya. Osel sendiri juga bisa dibilang besar dari skena musik bawah tanah.
Awalnya. ia pernah menjadi crew dari band Thrashline dan kemudian direkrut oleh band Deah Metal, Godgore. Tidak lama berselang, ia mengisi drum di Thrashline karena drummer Thrashline (Akbar) harus membawa orang tuanya ke rumah sakit pada saat itu. Dari situlah, Osel dilirik oleh band Hardcore asal Cilandak, Stand With Us. Setelah beberapa tahun kemudian, Osel direkrut oleh band Grunge, The Northside, kemudian diajak oleh band Hardcore, Black Redemption, kemudian Noisy People (Alternative), dan yang terakhir adalah Koma Hitam (Grunge).
Adanya Osel di sini, membuat Tante Lucy menjadi lebih hidup. Terbukti, di latihan pertamanya, dapat membuahkan 1 buah lagu baru bersama Tante Lucy.
Marko, Stanley, Reza, dan Osel adalah formasi kedua dari Tante Lucy.
Dan dengan formasi tersebut, Tante Lucy telah manggung di 2 event. Pertama di Fairway Cafe, Bogor (Launching Single Roots), dan yang kedua di Pasar Gembrong (#KramOtak7). ***
