
Metropostnews.com : Aceh Tengah – Suara tangis dan derai air mata di Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah.
Para ibu rumah tangga (IRT) yang hidup di pedesaan terpencil meluapkan kepedihan mereka.
Mereka memohon dengan haru kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan perhatian serius dalam menangani konflik yang semakin merajalela antara manusia dan gajah liar.
Konflik antara manusia dan gajah liar di daerah ini telah mencapai titik kritis dalam beberapa tahun terakhir.
Puluhan gajah liar yang berkeliaran ke wilayah penduduk seringkali merusak tanaman, menghancurkan rumah , dan bahkan menyebabkan kecelakaan yang mengancam nyawa.
IRT di Desa Karang Ampar merasakan beban dan penderitaan yang tak terbayangkan karena konflik ini.
Salah seorang IRT, Marisa, dengan mata yang sembab saat diwawancarai awak media pada minggu (11/6/2023) ia pun tak tahan tangis, menceritakan kisah pilunya.
“Setiap hari, kami harus hidup dalam ketakutan. Anak-anak kami trauma, takut keluar rumah bahkan untuk sekolah, dan kami takut tinggal di rumah kami sendiri.
Gajah- gajah liar itu menghancurkan tanaman yang kami tanam dengan susah payah untuk mencukupi kebutuhan hidup kami. Kami merasa terjepit dan tidak tahu kemana harus pergi,” jelas Marisa.
Para warga di Desa Karang Ampar mengungkapkan bahwa mereka telah berjuang tanpa henti untuk menyelesaikan konflik ini secara damai.
Mereka telah meminta bantuan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah setempat.
Namun, solusi yang tegas dan berkelanjutan belum ditemukan, dan mereka semakin putus asa.
Dalam momen yang menyentuh hati ini, para IRT memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk mengarahkan perhatian penuhnya pada konflik ini.
Mereka berharap agar Presiden Jokowi melibatkan diri secara langsung dan segera mengambil langkah-langkah yang tegas untuk mengatasi masalah ini.
Pemerintah telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk mengurangi konflik dengan gajah liar.
Namun, para IRT merasa bahwa upaya tersebut belum memadai dan meminta langkah yang lebih konkret dan efektif.
Sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang kaya, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melindungi flora dan fauna, termasuk gajah- gajah liar yang terancam punah.
Dalam suasana duka ini, masyarakat Karang Ampar berharap agar Presiden Jokowi mendengar seruan mereka.
Mereka meminta agar pemerintah pusat memberikan bantuan lebih besar dalam bentuk dana dan sumber daya manusia yang cukup untuk menyelesaikan konflik ini secara efektif.
Tampak Marissa mengangkat kedua tangannya, memohon pertolongan kepada Presiden Jokowi untuk memperhatikan nasip rakyat kecil di pelosok desa wilayah tengah Aceh.
“Harapan besar kami kepada Bapak Jokowi, tolong perhatikan rakyat kecil, kami tidak tahu harus lapor kemana lagi,” tutupnya dengan berlinang air mata.
Diketahui sebelumnya se ekor gajah liar ditemukan tak bernyawa di kawasan Perkebunan warga Kamoung Karang Ampar Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah. (*)
