METROPOST1.COM, Ciamis — Peristiwa naas menimpa siswa MTs Harapan Baru saat melakukan kegiatan latihan pramuka dan susur sungai yang melewat di area Leuwi Ili kawasan sungai Cileueur dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.
Hari jum’at, 15 oktober 2021 tepatnya pukul 17.15 WIB metropost1.com menerima informasi adanya musibah orang tenggelam di daerah tersebut. BPBD bersama PMI dan aparat setempat berhasil mengevakuasi korban terseret arus sungai.
Korban yang terseret arus sungai diantaranya adalah Kansa (perempuan), Aldo, Fatah, Candra Rizki A, Alfian, Kafka, Dea, Fazri, Fahrurozi, Aditia dan Siti Zahra, serta 2 korban selamat yang mengalami luka serius dilarikan ke RSUD Kabupaten Ciamis diantaranya Tama Yama K dilarikan ke IGD serta Fabian yang memasuki ruangan ICU.
Para korban merupakan santri dari Pesantren Cijantung. Pengurus Pesantren Cijantung Rifai mengatakan, pihak MTs Harapan Baru tidak memberikan informasi dan meminta izin kepada Pesantren Cijantung terkait kegiatan tersebut.
“Dari seluruh korban tersebut semuanya merupakan santri dan santriwati dari pondok pesantren Cijantung. Sebelumnya, kami pihak pesantren tidak mengetahui mengenai kegiatan susur sungai itu walaupun lokasinya dekat dengan lingkungan pesantren,” kata Rifai.
Kata Herdiat, selaku Bupati Kabupaten Ciamis, lokasi para korban tenggelam merupakan muara dari dua aliran sungai sehingga terjadi putaran air. “Yang kena musibah dinyatakan meninggal dunia ada 11 orang. Terdiri dari delapan laki-laki dan tiga perempuan,” ujarnya.
Semua korban meninggal dunia ditemukan di satu titik, yakni di muara. “SAR gabungan menemukan para korban berada di sana, semuanya,” ungkapnya.
Selain korban meninggal dunia, lanjutnya, ada dua korban yang saat ini dirawat di RSUD Ciamis. Salah seorang yang dirawat merupakan guru MTs Harapan Baru. “Ada guru yang kebetulan ikut menolong dan tenggelam. Sekarang masih dirawat,” ujarnya.

“Sebetulnya kegiatan kepanduan ini rutin dilaksanakan oleh pihak sekolah MTs Harapan Baru Cijantung Ciamis.” sambungnya.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Ciamis turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas terjadinya musibah dalam kegiatan kepanduan,” ujarnya. (Iwan Darmawan)