
Metropostnews.com/Banjar – Seorang siswi SMPN 9 Banjar tewas tertabrak Kereta Api Serayu di Dusun Sukahurip, Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (24/9/23).
Berdasarkan informasi, identitas korban tewas tertabrak kereta api itu berinisial SL (15), warga Dusun Pabuaran rt 10 RW 01 Desa Karyamukti , Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.
Anak dari pasangan Oop dan Sakim ini meninggal ditempat kejadian karena mengalami pendaraha di kepala dan beberapa bagian tubuh lain nya
Peristiwa itu berawal saat korban bersama temannya berinisial MTA, berboncengan menggunakan sepeda motor Mio z warna putih datang dari arah Timur menuju Selatan.
Di saat itu, sekitar pukul 12.30 WIB Kereta Api Serayu dari arah Barat menuju Timur melintas.
Diduga kurang berhati-hati saat melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu, kedua pelajar itu tertabrak dan terseret hingga beberapa meter.
Salah seorang temannya, Fajar mengatakan, kedua perempuan yang tertabrak kereta api itu merupakan teman satu kelasnya,dan mereka sedang membeli kado untuk guru nya
“Besok hari Senin rencananya mau ngasih kado ke wali kelas, dan sudah patungan masing-masing Rp 5 ribu, terus mereka mau beli kadonya,” terangnya.
Fajar menyebutkan, sekitar pukul 11.00 WIB korban sempat menghubunginya dan memberi tahu sedang jalan-jalan.
“Sekitar pukul 11.00 WIB nanyain lagi di mana, dan ngasih tahu mereka lagi sunmori atau jalan-jalan,” ungkapnya.
Sementara itu, korban tewas bernama SL, langsung dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan, pengendara sepeda motor berinisial MTA, mengalami luka-luka dan dibawa ke Puskesmas Langensari 2
Korban selamat Mutiara sampai hari ini belum mengetahui kalo temen nya (SL) sudah meninggal, ditemui di kediamannya,Mutia menuturkan,kalau dia dan temen nya tidak mendengar bunyi klakson kereta api,dia sadar akan kedatangan kereta api,pas dia sudah berada di tengah jalur perlintasa kereta,
“Saya denger klakson kereta itu pas motr udah di tengah,dan saya sempet gas motor dan ban depan motor sudah menginjak di jalur luar perlintasan,sudah itu saya langsung gelap aja”jelas Mutia
Korban SL diantar ambulance Dinas kesehatan kota Banjar dan langsung di kebumikan, sementara korban Mutia masih shock dan trauma sehingga kami pun belum bisa mendapatkan keterangan yang lengkap,dan menurut berita yang di dapat,jalur perlintasan yang tidak memakai palang pintu, kemarin resmi di tutup.(rhatna dewy)
