
METROPOSTNews.com | Majalengka – Sekjen Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi atau yang dikenal dengan Kak Seto mengatakan, bahwa angka perokok untuk kalangan anak- anak terutama di Indonesia sekarang ini cukup meningkat.
Pasalnya, Indonesia satu-satunya negara di Asia Pasifik yang belum mengratifikasi terkait larangan aturan perokok di kalangan anak-anak tersebut.
Ia menjelaskan, banyak dipertanyakan juga oleh sahabat-sahabat dari berbagai negara lainnya, seperti di Negara Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam mengenai gratifikasi larangan perokok tersebut.
“Kita harus mendesak. Bukan cuma di Perbub maupun Perda, supaya betul-betul bisa mencegah sejak dari awal,” kata Kak Seto di Gedung Yudha, Jumat 11 Maret 2022.
“Karena memang angka perokok untuk kalangan anak-anak ini yang kian hari semakin terus meningkat,” ucap Sekjen Komnas PA.
Kak Seto mengatakan, banyaknya iklan rokok diberbagai media elektronik. Bahkan merambah sekarang juga masuk dengan cepat melalui media sosial lainya juga.
“Jadi marilah kita betul-betul, melindungi anak-anak kita,” ujarnya.
“Karena kalau kita melihat, perokok adalah sebuah zat Adiktif paling berbahaya. Padahal di undang-undang dijelaskan bahwa akan dilindungi dari bahaya narkotika dan zat adiktif lainnya,” tuturnya.
Kak Seto mengatakan, bahwa perokok untuk anak-anak saat ini telah mengkhawatirkan, dan ini memang sasaran dari industri rokok tersebut.
“Jadi kita peduli pada masa depan. Anak-anak kita dan kesehatan kita, supaya tidak menjadi kecanduan dan ketergantungan nantinya,” jelasnya. (Ade)

