METROPOSTNews.com | Garut – SDN 1 Dan SDN 3 Pasanggrahan kecamatan Cilawu Kabupaten Garut melaksanakan _kick off_ vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun, bertempat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) SDN 1 , Jalan Raya Garut Tasikmalaya, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jum’at (31/12/2021).
Kick off_ vaksinasi Usia 6 – 11 Tahun yang diselenggarakan di SDN 1 Pasanggahan Cilawu dihadiri oleh Camat Cilawu, Danramil, Kapolsek, Korwil, Kepala Sekolah beserta Staff Guru dan Tim Vaksinator dari Upt Puskesmas Cilawu.

Kepala Sekolah SDN 3 Pasanggrahan Ibu Imas S.Pd. mengatakan, pihaknya bisa melaksanakan vaksinasi dengan diberikannya vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap kesehatan anak-anak saat melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“Kegiatan vaksinasi ini merupakan jawaban kepada Orang Tua Murid, agar para orang tua tidak ragu lagi dan menjadi lebih semangat memberikan izin putra-putrinya untuk bisa mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas,” kata Imas.
Dalam Kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SDN 1 Pasangrahan Tatang Rosmana S.Pd., M.M juga berharap vaksinasi untuk usia 6 sampai 11 tahun atau vaksinasi untuk anak-anak kelas 1-6 sekolah dasar ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan yaitu mencapai target dari waktu yang telah ditetapkan. Ia mengajak Orang Tua Murid agar tetap optimistis dengan vaksinasi untuk anak-anak karena ini bagian dari pemenuhan hak kesehatan anak.
Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Cilawu Wawan Walim, S.H., M.Pd. mengatakan, “pembelajaran tatap muka ini merupakan upaya dan solusi mencegah anak-anak kita mengalami ketertinggalan pembelajaran akibat pandemi. Karena sekolah merupakan tempat memberikan pembelajaran, baik akademik maupun karakter untuk anak-anak. Oleh karenanya kita semua harus memberikan dukungan terhadap program vaksinasi untuk anak, agar semua bisa memiliki ketenangan yang sama khususnya para orang tua dalam mengizinkan anak-anaknya untuk belajar tatap muka ,” katanya.
Salah seorang peserta vaksinasi kelas III SDN 3 Pasanggrahan, Rega Febrian Sutriana (9 ) mengungkapkan, dirinya awalnya merasa takut untuk melakukan vaksinasi. Namun, setelah dilakukan vaksinasi dirinya merasa biasa dan tidak merasakan sakit.
“(Rasanya) biasa aja, (dan) nggak (sakit), (kenapa mau divaksin?) biar sehat,” ucapnya. (Redi.Rs)