MetropostNews, Tanjung Jabung Barat — Mukhtar Agus CHolif SH dan Rombongan Datang Ke Desa Muara Danau Kecamatan Renah Mendaluh Kabupaten Tanjung Jabung barat Provinsi Jambi, Rabu (24-11-2021).
Mukhtar Agus CHolif SH dan Rombongan selaku Ketua Lembaga Adat Provinsi Jambi sangat sedih dalam menyampaikan kata sambutannya melihat kondisi jalan Desa Muara Danau macam kubangan kerbau seperti jalan di Desa dia tahun 70 an.

Selanjutnya dia berharap Kepada Bupati Tanjung Jabung barat DRS Anwar Sadat Mag agar memperbaiki jalan Desa Muara Danau, “walau tidak diaspal setidaknya dikasih pengerasan. Jadilah agar masyarakat dapat merasakan jalan yang layak tempuh karena jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Desa Muara Danau” ucapnya.
Kedatangannya Ke Desa Muara Danau memberi pelatihan dan pembinaan Kepada Lembaga adat Desa Muara Danau karena adat sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, “karena adat bersendikan sarak sarak bersendikan kitabullah” tegasnya.
Mukhtar Agus CHolif SH sebagai Wakil ketua Lembaga adat Melayu Provinsi Jambi dan Mantan Ketua pengadilan provinsi Jambi yang sudi datang Ke Desa Muara Danau memberi pelatihan dan pembinaan tentang adat Melayu Jambi
Zulman S.Ag., Kepala Desa Muara Danau sekaligus menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Kecamatan Renah Mendaluh sangat berterima kasih atas hal tersebut, “kepada Wakil Ketua Lembaga Adat Provinsi Jambi Bapak Mukhtar Agus CHolif SH dan Rombongan yang telah Sudi datang ke desanya sekaligus memberi pelatihan dan pembinaan Tentang adat Melayu Provinsi Jambi”, ungkap Zulman.
Sama halnya dengan M Amin Lamzir, selaku Ketua Lembaga adat Desa Muara Danau sangat berterima kasih. ” Terimakasih kepada ketua Adat Melayu Provinsi Jambi bapak Mukhtar Agus CHolif SH yang telah sudi datang mengayunkan tangan dan melangkahkan kaki hadir ke desa Muara Danau” kata M Amin Lamzir.
Sementara itu, Mawardi Yunus selaku awak media dari MetropoatNews menangapi kata Mukhtar Agus CHolif SH, “di jaman Kerajaan Melayu Jambi Tanjung Jabung Barat Tidak termasuk dalam adat Melayu Provinsi Jambi karena yang masuk dalam adat Melayu Provinsi Jambi adalah masyarakat yang ada di wilayah sungai Batang hari sedangkan Kabupaten Tanjung Jabung barat berada di sungai Pengabuan tidak di sungai Batang hari sedangkan kerajaannya pada waktu itu adalah Raja Johor kita dapat dari orang tua yang terdahulu kalau Tanjung Jabung barat sudah masuk dalam adat Melayu Provinsi Jambi berarti ini baru”, tegas Mawardi. (mw)