Metropostnews.com-Kabupaten Tangerang – Ramainya pemberitaan dari media online terkait tumpukan sampah di pinggir jalan irigasi kampung Leuweng gede desa Parahu Kecamatan Sukamulya pada Selasa tanggal 30 Juli kemarin
Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT 1) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, sapaan akrab Bubung Barkah langsung bergerak cepat tanggap terhadap pemberitaan.

Bubung selaku kepala UPT 1 DLHK Kabupaten Tangerang melalui pesan WhatsApp kepada metropostnews pihak UPT 1 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) membantu untuk mengangkut tumpukan sampah di irigasi Leuweng gede desa Parahu Kecamatan Sukamulya ke salah satu sopir truk armada sampah, untuk menggempur sampah yang ada di jalan irigasi kampung Leuweng gede.
Pada hari ini Rabu (31/07/2024) Susandi dan Mulyadi yang di perintahkan kelapa UPT 1 siap mengakut tumpukan sampah tersebut, dengan 2 armada truk sampah.
Susandi sebagai sopir truk armada sampah menyatakan kepada metropostnews, bahwa sesungguhnya ini bukan jalur, saya sering menggempur sampah disini, ucapnya
#sebetulnya sampah disini sudah menjadi tugas dari UPT Pengairan, mereka ada armada truk sampah juga, tapi masyarakat kan tahunya urusan sampah pasti ke dinas kebersihan saja. Tegasnya
Pengemudi kendaraan bermotor roda dua yang melintas dan berhenti menghampiri kegiatan pengangkutan sampah, enggan disebutkan namanya, berhenti ikut berbicara, menyampaikan kepada metropostnews dan sopir truk armada sampah, saya tiap hari melintas disini saya tinggal di benda, saya juga usahanya ojek di rumah sakit tobat. Ucapnya
“Sering saya melihat pekerja kebersihan kali (irigasi) mengumpulkan sampah disini, mereka juga kadang – kadang membawa armada truk sampah, akan tetapi cuma sebatas nongkrong saja, di sini irigasi Leuweng gede, kadang di sana, di irigasi pintu air desa benda, biasa mereka menumpuk sampah. Tutur nya
Masih tukang ojek, kepala pengairan nya itu, cewe tomboi, memang benar kalau untuk pemotongan rumput di irigasi mereka kerjakan dengan rapih, tapi sayang sampahnya cuma di tumpukan di pintu air saja. Tegasnya
(Abosopian)