Metropostnews.com || Takengon – Kepala Desa Berawang Gading, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, Sarmidi membatah telah menganiaya warganya yang bernama Muji atas perselisihan tanah.

Sarmidi menjelaskan ikhwal kronologi kejadian tersebut kepada Metropostnews.com via telphon ia mengatakan “hanya menarik kerah baju Muji karena jengkel lantaran terus-terusan dikatakan menyerobot tanah milik Muji yang baru empat bulan lalu dibelinya, sedangkan Sarmidi telah mengarab lahan tersebut yang ia beli selama dua tahun”.
Atas pemberitaan yang beredar di media sosial itu tidak seperti fakta sebenarnya “Tidak ada saya pukul, ataupun di cekik, hanya saya tarik kerah bajunya saja.” sebut Sarmidi saat dikonfirmasi Metropostnews.com, Jumat, (13/1/2022) via phoncel.
Kronologi kejadian yang sebenarnya Sarmidi menceritakan, ia membeli sebudang tanah seluas 25 meter dari seseorang 2 tahun silam, sedangkan tanah yang menjadi perdebatan baru dibeli oleh Muji sekitar 4 bulan lalu. Kemudian Muji menancapkan patok kayu di area yang menurut Sarmidi adalah miliknya.
“Dikatakan saya mengambil tanahnya (Muji), dan keliru terhadap batasnya, padahal saya telah lebih dulu membeli tanah tersebut dan sudah dua tahun saya garap,” ujar Sarmidi.
Seharusnya lanjut Sarmidi, jika Muji merasa luas tanahnya kurang atau tidak cukup, jangan dia yang mengukur, tetapi serahkan kepada pemilik tanah dan jika perlu juga harus didampingi oleh petue atau kepala dusun agar hasilnya rill.
“Hampir 3 hari selalu saja setiap pagi saya lihat sudah ada terpancang tanda, sehingga waktu kejadian muji membawa tali untuk mengukur-ukur, hingga saya sedikit ribut dengan Muji karena sembarang mengukur tanah saya tanpa izin dan sepengetahuan saya atas tanah yang sudah dua tahun saya garap, ditambah dia menuduh saya menyerobot tanah di lahan saya sendiri, sehingga saya khalaf dan menarik kerah bajunya, tapi tidak sampai mencederainya seperti atas apa yang telah diberitakan tersebut” terangnya.
Sarmidi menjelaskan bahwa, pemukulan, pencekikan, dan penganiaya berat terhadap Muji tidak terjadi sama sekali dan bisa di tanyakan kepada saksi. “kan ada saksinya, bisa mintai keterangan mereka semua, mana mungkin saya memukul orang,” jelasnya lagi.
Ditempat yang berbeda saat metropostnews.com mencari keterangan dari beberapa warga dan aparatur setempat mengatakan bahwa Muji sempat terlibat cekcok dengan sang Reje (Kepala Kampung.red) atas perselisihan paham tentang tapal batas tanah yang baru di beli muji.
” Sepengamatan kami reje kami ini tidak pernah berperangai buruk dan bahkan reje kami ini menjadi panutan warganya, dan karna dedikasinya sebagai reje di kampung kami sudah banyak perubahan yang diperolehnya. Apalagi Sarmidi sudah menjabat sebagai reje di priode kedua”. Ujar Nadi salah seorang warga setempat.
Diwaktu yang sama yaitu ibu Wen juga mengatakan “Memang perangai muji di desa kami ni pak agak sepoh orangnya sebab suka cari perkara. Dan kemarin kami lihat sendiri kalau Reje kami tidak ada melawan dengan kekerasan. Cuman karena tidak terima si muji langsung pergi dengan motornya ke kota setelah dari polsek dan kami terkejut tautau sudah ada diberita bahwa dirinya di banting dan di cekik, padahal tidak seperti itu faktanya”. Tandas ibu wen salah seorang ibu rumahtangga kepada metropostnews.com (14/01/2023).
Sampai berita ini di tayangkan, belum ada hasil kesepakatan apapun atas laporan hasil visum yang di sanggahkan oleh Muji melalui Polres Aceh Tengah. (Hadi/Jun)