
Metropostnews.com/Lebak – Setiap memasuki bulan Suci Ramadhan, sepanjang trotoar jalan Multatuli yang berada di Kampung Lebak Saninten, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak berubah menjadi pusat jajanan takjil. Tak jelas secara pasti kapan kebiasaan jalan protokol tersebut dijadikan tempat mengais rejeki warga sekitar, yang pasti sejak 10 tahun belakangan, warga sekitar kerap memanfaatkan trotoar yang berada tepat di Gedung Juang 45 itu untuk mengais rejeki selama sebulan penuh.
“Iya pak, setiap bulan puasa disepanjang jalan Multatuli ini kerap dijadikan pusat penjualan beraneka macam takjil untuk berbuka puasa. Tak diketahui secara pasti kapan kebiasaan warga berjualan disini, yang pasti sejak 10 tahun belakangan ini, jalan yang termasuk jalan protokol ini sudah dijadikan tempat mencari rejeki warga sekitar,” kata Agus Jaelani, seorang warga Lebak Saninten kepada wartawan, Senin (04/04/2022).
Masih kata Agus, meski begitu, keberadaan pusat jajanan takjil di jalan Multatuli tersebut sangat diterima dengan baik oleh warga maupun pengunjung. Karena, keberadaannya selalu diburu oleh pembeli yang tidak sempat membuat takjil dirumahnya masing masing, hal itu sangat wajar, karena jajanan takjil yang diperjual belikan sangat komplit dan bervariasi.
Mulai dari kolak pisang, aneka gorengan semisal bakwan, karoket, pastel, tahu isi, pisang goreng, kue putu, kue apem, lauk pauk, aneka es, kurma dan lain lain. Tentu saja kelengkapan jenis takjil itu menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, karena praktis dan mudah mendapatkan takjil yang diinginkan.
“Mungkin karena menunya banyak dan sesuai dengan keinginan pembeli. Maka pusat jajanan takjil di jalan Multatuli diserbu masyarakat, apalagi tempatnya sangat strategis, karena berada tepat dijalan protokol Multatuli,” ucap Agus
Entin, seorang warga penjual takjil mengatakan hal yang sama. Kata dia, ia menjadi penjual takjil di jalan Multatuli sudah lama, bahkan ketika ia masih duduk di bangku sekolah sudah berjualan menemani orang tuanya. Menurutnya, berjualan takjil selama bulan Ramadhan sangat membantu meningkatkan perekonomian keluarga selama satu bulan, terutama untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.
Ia melanjutkan, sejak hari pertama jualan di bulan puasa, pengunjung sudah ramai berdatangan. Mayoritas dari mereka adalah para pegawai instansi pemerintahan. Lanjutnya, para pedagang disepanjang trotoar jalan Multatuli berjualan mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB
“Kita buka dari jam 2 siang hingga menjelang Maghrib. Lumayan hasil penjualannya bisa membantu kebutuhan hidup selama bulan puasa dan hari raya,” kata Entin yang sehari hari menjual beraneka jenis takjil,
Berdasarkan pantauan di lapangan, dipusat jajanan takjil tersebut, ada sekitar 20 pedagang yang stand by berjualan setiap hari. Tentu saja, lalu lintas disepanjang jalan Multatuli itu kerap macet, karena pembeli ramai berdatangan. Namun hal tersebut tidak menjadi sebuah persoalan, karena warga pengguna jalan tidak mempersoalkannya.
“Gak masalah pak, malah ini menjadi hiburan tersendiri bagi kami, karena bisa melihat aktifitas penjual dan pembeli. Bahkan kami juga sering kok beli takjil disini,” ucap Rafiyudi, seorang pengendara motor. (Ajat)
