METROPOSTNews.com | Lebak – Sedikitnya 35 Kepala Keluarga warga di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak mengungsi akibat rumahnya rusak karena bencana pergeseran tanah. Kerusakan rumah milik warga tersebut bervariasi, mulai dari rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.
Namun kini, karena ketakutan, seluruh warga yang terdampak bencana pergeseran tanah itu telah direlokasi, serta ditempatkan di tenda darurat yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kebupaten Lebak, Iwan Hermawansyah mengatakan, kejadian bencana pergeseran tanah tersebut sudah berlangsung kurang lebih tiga Minggu.
Sehingga, setiap hari warga merasakan langsung pergeseran tanah tersebut, apalagi jika malam hari, suara yang ditimbulkan akibat pergeseran tanah sangat terdengar jelas.
“Sudah lama sebenarnya, cuma baru dilaporkan sekarang. Karena warga merasa ketakutan, lantaran setiap hari pergeseran tanah kerap terjadi, sehingga menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Saat ini, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, seluruh warga telah dievakuasi ke tenda pengungsian yang disediakan pemerintah Kabupaten Lebak,” kata Iwan Hermawansyah kepada wartawan, Kamis (24/02/2022).
Masih kata Iwan, saat ini pihaknya bersama Dinas Sosial, BPBD serta tim kesehatan selalu stand by di lokasi siang dan malam untuk mengawasi keadaan serta memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana pergeseran tanah.
Kemudian kata Iwan, untuk memberikan rasa nyaman, warga yang diutamakan untuk mengisi tenda pengungsian adalah kaum ibu-ibu dan lanjut usia serta anak-anak balita.
“Saat ini kami stand by disini selama 24 jam. Kita memantau perkembangan setiap hari, baik itu kekhawatiran terjadi lagi pergeseran tanah, sampai dengan pemenuhan logistik bagi warga terdampak,” ucap Iwan lagi.
Sementara itu, Kasubag TU Puskesmas Cikulur, Hendra, mengaku sudah mengirimkan tenaga medis beserta obat-obatan guna memenuhi kebutuhan kesehatan dasar di lokasi bencana. Mereka para petugas medis akan berjaga jaga di lokasi selama 24 jam secara bergantian.
“Tenaga medis sudah kita kirimkan ke sana, mereka akan berjaga-jaga selama 24 jam secara bergantian,” kata Hendra.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Dharmana Putra mengatakan, pihaknya telah menyediakan dapur umum di lokasi pergeseran tanah di Kecamatan Cikulur. Selain itu, tim reaksi cepat mendirikan tenda pengungsian, serta menyiapkan logistik bagi korban warga terdampak.
“Selain bantuan logistik kedaruratan kebencanaan, kita juga mendirikan dapur umum dan pengungsian,” ucap Eka. (Ajat)